Sepakbola tak hanya hidup 90 menit saja, tetapi ia mampu merasuki kehidupan penggemarnya diluar waktu tersebut. Selalu ada bahasan setelah dan sebelum pertandingan. Dalam seminggu, beberapa media cetak dan elektronik dapat menyajikan artikel-artikel dan informasi seputar sepakbola mulai dari pertandinganhingga kejadian diluar pertandingan yang masih bersangkut-paut dengan sepakbola. Obrolan di bar-bar yang menyediakan minuman keras hingga warung kopi pinggir jalan terjadi dari beberapa pengunjung yang menyukai sepakbola. Lebih dari itu, sepakbola menjadiparts of life bagi orang-orang yang sangat mencintainya. Olah raga yang secara modern lahir di Inggris tersebut menjadi populer dan telah membudaya, diwariskan dari generasi ke generasi, bahkan budaya-budaya atau kultur gres yang berkaitan dengannya pun bermunculan. Mulai dari atas lapangan hingga di tribun penonton. Kebiasaan pemain ketika memasuki lapangan maupun di dalam lapangan pun bertransformasi menjadi budaya tersendiri,seperti misalnya perayaan gol yang dipopulerkan Roger Milla pada awal 90an, mencabut rumput lalu menciumnya ketika akan memasuki lapangan, dan kebiasaan lainnya yang tak hanya dilakukan seorang pemain saja namun sudah menular dilakukan banyak pemain. Sementara dari sisi suporter tercipta banyak sekali kebiasaan bagaimana cara mendukung, bagaimana cara merayakan kemenangan, bagaimana cara berpakaian, yang kesemuanya itu, beberapa telah mendunia, menjadi suatu budaya global. Casual yaitu salah satu subkultur yang hadir dari atas tribun stadion sepakbola. Sebuah budaya berpakaian menggunakan merk-merk ternama dunia yang sering disebutclobber. Kemunculannya di selesai dekade 70an setelah suporter Liverpool kembali dari Italia dan Prancis, dalam rangkaian pertandingan Liga Champion ketika itu, mengenakan pakaian dengan merk yang tak dikenal di Inggris ibarat Sergio Tachini, Fila Vintage, Kappa dan Adidas. Dengan mengenakan pakaian dengan label-label terkenal tersebut, ternyata berhasil mengelabui para polisi yang hanya mengetahui bahwa pelaku hooliganisme yaitu para suporter yang mengenakan sepatu boot Dr. Marten, celana jeans, dan jaket bomber. Terang saja penggunaan paduan label-label terkenal, yang beberapa namanya cukup dikenal di dunia mode semacam Burberry, tersebut menjadi populer. Subkultur casualini mencapai puncaknya pada selesai 80an dan terus berkembang hingga ketika ini, darivintage casualhinggaurban modern casual. Beberapa merk menjadi identik denganterrace fashiontersebut ibarat misalnya Stone Island, CP Company, Paul & Shark, Aquascutum, hingga Prada. Film-film ibarat ID, The Firm, Football Factory dan yang Holywood banget yaitu Green Street Hooligan juga ikut mempopulerkancasual.Dari Inggris tak hanyacasual, tetapi tindakan kekerasan sekelompok suporter sepakbola yang dipopulerkan oleh media di sana sebagai hooliganisme juga muncul. Sayangnya di Indonesia ada pergeseran makna dari hooligan ini. Istilahhooligan sebetulnya memiliki konotasi negatif, sebuah istilah yang menggambarkan tindakan agresif, ricuh, rusuhnya para suporter dan paling sering digunakan sebagai penggambaran perilaku kekerasan di dunia persuporteran. Sebuah fenomena yang dianggap penyakitdi Inggris sendiri. Phil Thorton, penulis buku Casual, dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa tidak semuacasualituhooligan, dengan kata lain perilaku-perilaku buruk hooliganisme tidak selalu ada pada para suporter yang bergayacasualdi atas tribun. Selain dari gaya berpakaian dan berperilaku, muncul pula budaya menyanyikan laguanthematau lagu penyemangat, yang kerap kali disebutfootballchant. Maksud dari menyanyikan lagu-lagu tersebut yaitu untuk merayakan pertandingan, memberi dukungan, mengintimidasi pihak lawan atau hanya untuk membuat stadion bergemuruh.Selain banyak sekali istilah di atas, ada lagi sumbangan istilah dari luar Inggris yang telah membudaya dan meng-global, ibarat kelompok ultras. Sebuah kelompoksuporter yang identik dengan kefanatikannya dalam mendukung klub sepakbola. Kemunculan kelompok ultras pertama masih diperdebatkan hingga sekarang. Pada tahun 1929 di Honggaria, muncul kelompok suporter berjulukan Ferencváros ‘s Fradi-szÃv yang memiliki karakteristik ibarat ultras. Tidak hanya di Honggaria, kelompok suporter yang dapat dikomparasi dengan ultras dibentuk juga di Brazil, torcida organizada, pada tahun 1939. Torcida meramaikan tribunnya dengan menabuh drum untuk mengiringi nyanyian mereka selama 90 menit dan juga melemparkan gulungan kertas biar lebih semarak. Aksi hooliganisme juga sering dilakukan, bahkan hingga mengorbankan nyawa dari para rivalnya maupun kelompoknya sendiri. Negara yang paling banyak diasosiasikan dengan ultras yaitu Italia. Dalam sejarahnya tercatat bahwa kelompok pertama ultras dibentuk tahun 1951 di Italia. Sedangkan penggunaan nama ultras sendiri muncul dari suporter Samdoria pada tahun 1960an dengan nama Ultras Tito Cucchiaroni. Ultras menunjukkan sebuah gaya tunjangan yang menarik dan penuh hingar bingar dengan embel-embel pyro dansmokebomb. Kreatifitasnya tak hanya hingga di situ saja, muncul kembali sebuah aksi membuat koreografi di atas tribun. Aksi koreografi yang berasal dari ultras benua Eropa tersebut menjadi budaya yang lahir di atas tribun selanjutnya yang risikonya menjalar ke tribun-tribun stadion beberapa penggalan dunia termasuk di Indonesia.Dari kota kita sendiri ada istilah Bobotoh, sebuah kata dari bahasa Sunda yang berarti pendukung atau suporter. Sebuah identitas pokok yang melekat pada pendukung Persib ibarat halnya kata “tifosi” dari Italia, keduanya memiliki makna yang sama namun beda nama.Jaman sekarang, segala budaya tersebut bukan hanya milik negara asalnya saja, tapi telah merambah jauh hingga tribun-tribun stadion di segala penjuru dunia umumnya dan Indonesia pada khususnya.Sehingga bila dikatakan semua hal tersebut yaitu budaya luar dan dianggap tabu untuk diimplementasikan beberapa diantaranya, maka boleh dibilang ketinggalan jaman. Tak semua hal yang ada di tribun stadion rumah kita sendiri yaitu lahir 100% tanpa pengaruh budaya global, di sana ada akulturasi budaya yangmembentuk gaya dukungan, menumbuhkan banyak sekali perilaku di atas tribun dan membangkitkan gairah dalam menikmati klub sepakbola dalam bertandingSumber : Mengbal.com
Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Casual Culture Masuk di Indonesia. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Casual Culture Masuk di Indonesia. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Senin, 02 Oktober 2017
Sejarah Bobotoh
(Foto: Bobotoh dikala berada di Stadion Senayan, Jakarta)
Bobotoh adalah sebutan untuk pendukung klub sepakbola Persib Bandung, nama ini berasal dari bahasa Sunda, artinya "orang orang yang mendorong atau membangun semangat bagi orang lain". Secara global Bobotoh terbagi dalam beberapa kelompok diantaranya, Viking Persib Club (VPC), The Bomber (Bobotoh Maung Bandung Bersatu), La Curva Pasundan (LCP), Flowers City Casuals (FCC). Bobotoh tidak mengenal usia muda atau tua, mereka yang bersorak atau mendukung Persib di sebut Bobotoh.
Sejak pertama klub sepakbola Persib Bandung berdiri tahun 1933. Pendukung Persib sudah mulai muncul dan menerangkan keberadaan untuk mendukung klub sepakbola kebangaan kota Bandung tersebut, Bala Kurawa ialah sebutan pendukung Persib selain Bobotoh pada jaman tersebut, sejarah tercatat pada media masa khusus Olahraga, yang di terbitkan oleh Otto Iskadar Dinata tahun 1937, pendukung Persib sudah berada dan hadir untuk menunjukkan sumbangan dan semangatnya ketika Persib Bandung bertanding di Lapangan Tegalega dan Ciroyom, Bandung. Tidak hanya dalam sabung home, tercatat juga pada tahun tersebut, yaitu pendukung Persib sudah menerangkan loyalitasnya untuk menyaksikan pribadi ketika Persib Bandung bertandang melawan Persis Solo yang digelar di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah.
Seiring loyalitas, fanatisme dan perkembangan baik prestasi klub, peran pendukung Persib mulai muncul dan selalu menunjukkan perubahan positif bagi klub tersebut, begitupun dengan nama julukan Bobotoh yang mulai populer di tamat tahun 80'an, ketika itulah banyak tokoh-tokoh atau artis yang selalu melontarkan "Ngabobotohan Persib ka Senayan (Stadion Gelora Bung Karno)" dari nama tersebut pendukung Persib mempunyai julukan, begitupun dengan media cetak lokal atau nasional yang mulai mempopulerkan nama Bobotoh sebagai sebutan untuk pendukung klub Persib Bandung yang terkenal fanatismenya.
Modern Era
Bobotoh ialah sub-kultur kelompok-kelompok pendukung Persib. Sejak pertama Liga Indonesia 1994/1995 berubah dari era Perserikatan menjadi Liga Indonesia, Bobotoh mulai banyak membentuk suatu perkumpulan atau komunitas, antara lain Balad Persib, ABCD, Stone Lovers, Jurig Persib, Viking Persib Club, Dll. Jika dahulu Bobotoh datang ke stadion tanpa perbedaan atribut dan satu Bobotoh, sekarang banyak perkelompokan yang hadir berada dalam area tribun stadion. Jika secaea global yang di maksud Bobotoh adalah, misalnya : anggota Viking ialah Bobotoh tetapi Bobotoh (individual) belum tentu anggota Viking.
Viking Persib Club (VPC)
VPC atau Viking sudah ada sebelum organisasi atau kelompok suporter klub lain di indonesia menjamur di tamat tahun 90'an, Kelompok pendukung resmi Persib terbesar ini sudah mendeklarasika diri pada 17 Juli 1933.
The Bomber (Bobotoh Maung Bandung Bersatu)
Bomber Persib ialah kelompok pendukung Persib yang berada di tribun selatan, semenjak tahun 1997 Bomber mulai di rintis dari perkumpulan kecil pendukung Persib dan ikut berafiliasi, kemudian mendeklarasikan Bomber di Hotel Santika Bandung, 03 Agustus 2001.
Flowers City Casuals (FCC)
FCC ialah kelompok garis keras di Indonesia, berawal dari tiga orang pendukung Persib yang sangat menyukai budaya inggris dan klub lokal yang mereka suka, pada tahun 2005 mereka bentuk kelompok FCC dengan penampilan Casual dan berpakaian brand terkenal eropa, kelompok ini tidak memiliki struktur organisasi dan keanggotaan formal.
La Curva Pasundan (LCP)
LCP ialah kelompok suporter garis keras di Indonesia, mereka selalu berpenampilan berwarna hitam, membawa giant flag besar dan nyanyian yang menggema selama 45x2 menit, awal kemunculan LCP ialah sekitar tahun 2012/2013
Tokoh Inspirations
Bernama asli Ayi Suparman ialah seorang pendiri dan petinggi Viking Persib Club, yang di angkat oleh banyak kalangan Bobotoh sebagai Panglima Viking Persib Club, tidak heran memang sosoknya yang begitu di segani oleh Bobotoh ataupun suporter rival, Ayi Beutik rela melaksanakan apa saja bahkan tindakan anarkis dilakukan demi sebuah harga diri klub kebangaannya. Selama hidupnya Ayi Beutik belum pernah membeli tiket dalam pertandingan sepkabola, selalu ada cara yang dilakukannya, misalnya memanjat tembok.
Pria kelahiran 1968 yang memiliki hobi menonton sepakbola, musik dan memanjat tebing dan merupakan lulusan Jurusan Geodesi, Institut Teknologi Bandung (ITB), sesuai dengan background keilmuannya, ia bekerja di sebuah perusahaan Konsultan Asing sebagai bab pemetaan. Oleh karena itu tidak heran jikalau Ayi Beutik sangat mengenal tempat di Indonesia.
Ayi Beutik seorang Bobotoh yang sangat mencintai Persib Bandung, ia rela ditahan untuk membela perlakuan anggotanya yang melebihi batas sehingga terjadi tindakan kriminal yang merugikan orang lain, oleh karena itulah ia mendapat julukan sebagai Panglima dalam arti, sebagai bapak dari para Bobotoh. Berada dalam stadion Ayi Beutik sangat kuat bagi kalangan Bobotoh selalu ada teriakan teriakan yang membuat suasana stadion semakin hidup.
Tradition
Bobotoh ialah culture yang tak pernah mati dari generasi ke generasi, dan sudah menjadi kewajiban bagi masyarakat Jawa Barat khususnya Kota Bandung, utuk mendukung Persib Bandung. Sejak jaman dahulu Bobtoh ialah suporter yang mewariskan tradisi turun temurun dari oran renta ke anak cucunya, tidak heran bahkan seorang (tokoh bobotoh) Alm. Ayi Beutik yaitu Panglima kelompok Viking Persib Club (VPC) menunjukkan kedua nama anaknya yang khas Persib yaitu Jayalah Persibku dan Usab Perning, dengan maksud sebagai doa untuk Persib yang memang ketika waktu Jayalah Persibku lahir prestasi Persib hampir terdegradasi. Tidak hanya itu mereka juga dikenal nekat, mereka rela menjual barang dan meninggalkan pekerjaannya demi sebuah klub kebanggaanya, dan memerikan dukungannya dikala Persib bertanding di home atau away , apapun mereka lalukan baik itu berangkat menggunakan kendaraan roda dua atau empat, kereta api, bahkan pesawat terbang dan kapal laut. Masih banyak lagi kebiasaan yang di lakukan dari kelompok-kelompok pendukung Persib lainnya.
Bobotoh in Action (Protes, Kerusuhan, Awaydays, Terror, Fightin)
18 Januari 2006, Pada sabung home dua pertandingan kalah berturut turut, membuat Persib diguncang people power. Sebelumnya di sabung perdana sudah beredar bahaya dari Bobotoh dan kekalahan kedua kesudahannya secara spontan membuat agresi demo. Ribuan Bobotoh, sesudah pertandingan Persib vs Persijap, menghadang kepulangan bus Persib dengan memblokade pintu keluar. Salah satu tokoh dari Bobotoh yaitu panglima Ayi Beutik (Viking Persib Club) dari tribun timur turun mengajak gerakan masa dari Bobotoh, dan kesudahannya Bobotoh semakin banyak dan mengepung area VIP Stadion Silliwangi. Bobotoh yang di pimpin Ayi Beutik mulai meneriakan yel yel `Risnandar Mundur!` dan hujatan lainnya, Ayi Beutik angkat bicara dan menuntut semoga pelatih Risnandar mundur sebagai jabatannya, manajer tim Persib Yosi Irianto dikala itu meminta perwakilan dari Bobotoh untuk memberikan aspirasinya, namun mereka tidak puas dan masih akan tetap
18 Januari 2006, Pada sabung home dua pertandingan kalah berturut turut, membuat Persib diguncang people power. Sebelumnya di sabung perdana sudah beredar bahaya dari Bobotoh dan kekalahan kedua kesudahannya secara spontan membuat agresi demo. Ribuan Bobotoh, sesudah pertandingan Persib vs Persijap, menghadang kepulangan bus Persib dengan memblokade pintu keluar. Salah satu tokoh dari Bobotoh yaitu panglima Ayi Beutik (Viking Persib Club) dari tribun timur turun mengajak gerakan masa dari Bobotoh, dan kesudahannya Bobotoh semakin banyak dan mengepung area VIP Stadion Silliwangi. Bobotoh yang di pimpin Ayi Beutik mulai meneriakan yel yel `Risnandar Mundur!` dan hujatan lainnya, Ayi Beutik angkat bicara dan menuntut semoga pelatih Risnandar mundur sebagai jabatannya, manajer tim Persib Yosi Irianto dikala itu meminta perwakilan dari Bobotoh untuk memberikan aspirasinya, namun mereka tidak puas dan masih akan tetap
disana sebelum pelatih dan asistennya di ganti. Namun kesudahannya Bobotoh menyerah tapi dengan catatan, jikalau perubahan tersebut tidak terjadi mereka akan menggelar demo besar besaran, dan hasilnya perubahan itu terjadi. Pelatih Risnandar mundur dari jabatannya dan hanya mewakili dua pertandingan saja. Pengantinya Arcaan Lurie pribadi menunjukkan kemenangan penting dikala Persib tandang ke Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Banyaknya Bobotoh yang tour ke Yogyakarta dikala itu menjadi salah satu tour yang paling heroik. Bukan karena rivalitas suporter kedua kesebelasan, namun ketika kota Yogyakarta begitu banyak Bobotoh (malam harinya jalanan malioboro di penuhi orang-orang berkaos Persib), yang memang begitu menanti kemenangan pertama. Teristimewa dari rangkaian kejadian itu, justru kekerabatan antara Ayi Beutik dan Risnandar yang tetap erat dan tetap hangat. Candaan-candaan terlontar setiap kali dua sobat dengan peran berbeda untuk Persib ini bertemu.
Record (The Biggest Awaydays in GBK Stadium)
Bobotoh pernah menciptakan rekor jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah sepak bola indonesia ketika memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada final Perserikatan 1985. Menurut dokumen majalah Tempo, kala itu sebanyak 150 ribu penonton hadir di SUGBK dan secara umum dikuasai diantaranya ialah pendukung Persib, bahkan pertandingan tersebut tercatat di AFC sebagai pertandingan amatir terbesar dan paling banyak di tonton di dunia.Pada Liga Indonesia pertama Bobotoh menciptakan rekor penonton terbesar sepanjang era sepak bola profesional indonesia, kejadian itu terjadi pada tahun 1995 dikala final Liga Indonesia Persib Bandung bertemu Petrokimia di SUGBK, total sekitar 120 ribu penonton hadir memenuhi stadion terbesar di Indonesia tersebut.
Media
Bobotoh juga mempunyai stasiun radio dengan nama 96.4 Bobotoh FM yang di luncurkan 16 Juni 2011. Radio ini merupakan radio suporter pertama di Asia. Bobotoh FM dalam operasionalnya menggunakan tekhnologi Broadcasting terkini dan dapat di kanal di seluruh dunia melalui internet dan Dynamic Streaming di bobotohfm.com, Para pendengar Bobotoh FM di seluruh dunia dapat saling berinteraksi secara maksimal baik secara telepon, seluler, internet, bahkan off air Bobotoh FM merupakan partner dari Cafe Persib sebagai media komunikasi dengan Bobotoh. Nama Bobotoh FM di pilih karena memiliki nilai filosopi berbasis Local Spesific Contcent yang dapat di angkat secara global.
Song for Persib and Persib Athem
Kota Bandung terkenal paling kreatif di Indonesia, banyak musisi tokoh/artis yang lahir di Bandung, pada pertengahan tahun 80-an musisi asal Bandung menunjukkan karyanya sebuah penghormatan terhadap Persib. Mulai pada tahun 1985-86 musisi legendaris asal Bandung membawakan lagu `Kami Cinta Persib` karya Dion Hutabarat, lagu tersebut sangat populer dan selalu di putar awal dan jeda pertandingan di Stadion Silliwangi. Setelah itu muncul beberapa musisi lainnya, menyerupai Bimbo yang membawakan lagu Jayalah Persibku dan yang fenomenal ialah seniman besar Kang Ibing yang membawakan lagu Maung Bandung, dari lagu itulah Persib mempunyai julukan gres selain Pangeran Biru.Pada tahun 2002, Viking Persib sebuah organisasi dari Bobotoh membuat gerakan dengan membuat album kompilasi untuk Persib, beberapa band besar menyerupai Koil, Harapan Jaya turut menyumbangkanaryanya, sementara Pas Band juga menyumbangkan karyanya yang sebelumnya pernah di muat di album mereka sendiri, di album pertama ini cenderung banyak mengandalkan jenis musik keras dan mengkremasi semangat selerea anak muda dikala itu.Beberapa tahun kemudian Viking merilis kembali album Viking Compilation Jilid 2, dalam album ini banyak varian jenis musik yang beragam, seniman besarpun turut berperan menyerupai Mocca yang mewakili jenis musik anak muda dan seniman legendaris Sunda menyerupai Kang Ibing dan Doel Sumbang.Di luar album kompilasi Viking, masih banyak musisi lain yang membuat lagu wacana Persib, baik yang di sisipkan di album mereka atau yang di rilis secara single. Berikut beberapa musisi/band yang membuat lagu wacana Persib :Kuburan Band - We Will Stay Behind You, Pas Band - Aing Pendukung Persib, Andi /Rif - Viva Persib, Seurius - Sihung Maung Bandung, Pascodex - Persib Juara
Viking and Bonek Relationship
Hubungan persahabatan antara Viking dan Bonek suporter Persebaya, di mulai pada tahun 2003. Ketika itu ada ikrar suporter bersatu dikala gelaran Play-off Liga Indonesia di Solo. Persib di perbolehkan bermain, tetapi dengan syarat harus ada ikrar suporter untuk bedsatu, ikrar tersebut di ikuti oleh Viking, Pasoepati, La Mania dan Brajamusti. Ketika itu Viking berjalan jalan di kota Solo, mereka di dampingi oleh Bonek, di dikala itu kedua kelompok suporter tersebut akrab, kejadian di pertandingan Persib melawan Perseden membuat kekerabatan Viking dan Bonek semakin erat, Viking yang di dampingi oleh Bonek dan suporter Perseden di bantu oleh Pasoepati.Dari situlah kekerabatan Viking dan Bonek selalu erat, ketik Bonek datang ke kota Bandung mereka selalu di jemput menunjukkan penginapan dan makan gratis, begitupun sebaliknya. Persahabatan tersebut bahkan di abadikan melalui lagu dengan jargon Viking Bonek Satu Hati. Ketika Persib bermain di Jawa Timur, Bonek selalu mendampingi dan turut mendukung dikala berada di stadion, sebaliknya jikalau Bonek datang ke Jawa Barat. Rasa senasib juga sama yang di alami kedua kelompok tersebut, mereka sering di jadikan materi Media sebagai headline utama gosip kerusuhan.
Viking and Jakmania Rivalries
Perseteruan antara Bobotoh Persib dan Jackmania sudah berlangsung semenjak tahun 2000, sempurna disaat Liga Indonesia 6 berlangsung. Pada putaran pertama pertandingan, terdapat sekitar 6 buah bis suporter Persib datang ke Lebak Bulus yang masuk ke Tribun Timur. Saat itu bobotoh Persib yang bertandang terdiri dari beberapa komunitas, menyerupai : Balad Persib, Jurig, Stone Lovers, ABCD, Viking, dan lain-lain. Pada masa itu komunitas yang paling banyak anggotanya ialah Balad Persib. Meskipun situasi dikala itu terbilang cukup panas dan hampir terjadi bentrokan dengan Jackmania, namun kesudahannya mampu diredam. Bahkan antara bobotoh Persib dan Jackmania saling berjabat tangan.Usai pertandingan, rombongan bobotoh Persib didampingi Jackmania menuju bus sambil tolong-menolong menyanyikan lagu “Halo Halo Bandung”.Pembicaraan kedua perwakilan suporter berlangsung lancar lantaran salah seorang Pengurus Jackmania yang berjulukan Erwan rajin ke Bandung. Kebetulan Erwan punya usaha membuat kaos dan memesannya di Bandung. Hubungan Erwan dengan Ayi Beutik sangat dekat sekali. Bahkan kabarnya Erwan yang dikala itu masih membujang tertarik dengan adik perempuan Ayi Beutik. Oleh karena kedekatan keduanya itulah, maka Ayi sebagai Panglima Viking sempat erat dengan Jackmania. Pada dikala itu Jackmania bermaksud hadir ke Bandung ketika tejadi partai tandang antara Persib dan Persija, namun tanpa ada kordinasi dengan pihak Viking untuk mempersiapkan kehadiran tamu yang tak di undang tersebut, sedangkan Jackmania sudah membentuk kepanitiaan dan mengurus Sekretaris Umum dan Bendahara Umum sebelumnya, yang dikala itu dijabat oleh Faisal dan Danang. Mereka berdua bertugas membahas problem tiket sampai tribun Jackmania.Kabar tersebut ternyata gres terdengar oleh para Bobotoh, bhawa Jakmania akan hadir, setelah mendengar gosip tersebut secara mendadak, para bobotoh pribadi rapat dibawah pimpinan sang Panglima Viking, Ayi Beutik. Pada dikala itu para bobotoh mempertanyakan tindakan apa yang harus diambil oleh mereka ketika para Jackmania datang. Pada dikala itu Ayi Beutik mengatakan semoga para bobotoh memperingatkan Jackmania semoga jangan macam-macam (bikin ulah). Kalau bikin ulah, pukul saja. namun kata kata tersebut di salah artikan oleh Bobotoh yang lain.Kronologis menyerupai ini. Saat pelaksanaan, ternyata Jackmania yang datang cukup banyak. Dalam pembicaraan semula, jumlah Jackmania yang akan hadir sudah di tentukan, namun kenyataannya berubah menjadi lebih dari jumlah tersebut, tidak heran karena mendapat dana support atau gratis dari Sutiyoso. Tentu saja hal ini membuat panitia Jackmania yang belum berpengalaman mengkoordinasikan anggotanya untuk nonton tandang menjadi kewalahan. Akibatnya jam keberangkatan mereka pun sempat tertunda dan gres mampu berangkat ke Bandung jam 12 siang.Saat itu rombongan Jackmania terpecah menjadi 3 rombongan. Bis pertama berangkat terlebih dahulu karena mau ganti ban, lalu disusul rombongan kedua berjumlah 4 bis dan rombongan terakhir juga memakai beberapa bis tambahan. Panitia masih ragu apakah semua Jackmania akan mendapatkan tiket, karena sesuai dengan janji awal.Bis pertama datang lebih dulu di Stadion Siliwangi. Kedatangan Jackmania disambut baik oleh Viking dan pribadi mempersilahkan mereka masuk ke stadion. Padahal waktu itu mereka belum membawa tiket. Sementara itu diluar stadion bahkan di dalam, bobotoh persib yang hadir semakin banyak dan mendesak tertahan. Sebagian oknum bobotoh tidak suka dengan gaya mereka sembrono, mendatangi Jackmania dengan prilaku yang kurang simpatik. Mereka malah pribadi memukul anggota Jackmania sampai berdarah. Setelah kejadian tersebut, suasana kesudahannya menjadi kacau. Ayi sangat menyesalkan kejadian ini yang kesudahannya menyeret kedua suporter ke dalam perseteruan yang berkepanjangan.Melihat situasi yang kurang kondusif di dalam dan luar stadion, Viking meminta semoga rombongan Jackmania yang sudah terlanjur masuk ke dalam stadion untuk keluar dulu, sambil menunggu rombongan Jackmania lainnya. Mereka menuruti kemauan Viking. Namun di luar stadion suasana semakin tidak kondusif.Situasi di Stadion Siliwangi dikala itu semakin panas. Guna meredam situasi, rombongan Jakmania kembali diungsikan menjauh dari stadion. Perwakilan Viking berinisiatif mengajak rombongan pertama Jackmania tersebut semoga bergabung dengan rombongan lainnya yang lebih banyak jumlahnya, sambil meminta maaf terhadap kejadian tersebut. Namun mereka marah dan tidak mampu mendapatkan perlakuan bobotoh Persib terhadap rekan mereka. Bahkan untuk berjabat tangan pun mereka tidak mau menerimanya.Akibat kejadian pemukulan yang dilakukan oknum bobotoh Persib, Jackmania mengurungkan niatnya menonton pertandingan sabung tandang tim kesayangannya dan bermaksud kembali ke Jakarta. Saat rombongan mereka akan keluar Stadion Siliwangi, terjadi lagi serangan yang dilakukan sebagian oknum Bobotoh Persib yang berada di luar stadion. Keributan pun sempat terjadi yang menyulut api dendam yang berkepanjangan.Sejak kejadian tersebut mengakibatkan luka di kedua suporter terswbut terutama Jackmania, Mereka tampaknya merasa dendam terhadap perlakuan anggota Viking. Ketika rombongan bobotoh ke Jakarta untuk menonton pertandingan PSSI melawan Irak, giliran bobotoh yang dipukulin Jackmania. Perselisihan pun kesudahannya semakin tajam diantara kedua suporter.Puncak kejadian berikutnya ialah agresi balas dendam yang dilakukan Jackmania terhadap Viking. Kejadiannya bermula dikala ada program “Kuis Siapa Berani” di Stasiun TV Indosiar. Saat itu kedua kubu diundang untuk mengisi program tersebut. Pada dikala program berlangsung, bahwasanya berlangsung sukses dan tidak terjadi apa-apa. Kebetulan program tersebut dimenangkan oleh Viking.Entah bagaimana asal muasal, anggota Jackmania mendatangi anggota Viking mereka pribadi memukulinya, dan mengakibatkan keributan.Dalam waktu singkat banyak suporter Jackmania yang datang ke lokasi kejadian. Mereka bermaksud menyerang para bobotoh. Suasana semakin tidak terkendali yang membuat Polisi kesudahannya mengungsikan rombongan Viking.Apa yang sudah dilakukan pegawanegeri keamanan ternyata sia-sia. Ketika rombongan Viking bermaksud kembali ke Bandung, terjadilah penghadangan oleh Jackmania di pintu tol Kebun Jeruk. Perkelahian tidak seimbang tidak mampu terelakkan lagi, antara rombongan Viking yang sedikit dengan rombongan Jackmania yang berjumlah banyak. Tak ayal lagi Viking menjadi bulan-bulanan Jackmania.Sejak kejadian tersebut nama Jackmania tercoreng. Media menuding Jackmania tidak mendapatkan kekalahan mereka sehingga menyerang Viking. Masyarakat Bandung pun ramai-ramai ikut menghujat yang membuat perseteruan semakin kental. Kedua kubu semakin menanamkan kebencian terhadap lawannya kepada anggota gres komunitas mereka. Misalnya dengan membuat kaos dan lagu yang bersifat menghujat.
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Viking Persib Club sudah ada sebelum organisasi dan kelompok suporter klub lain di indonesia mulai menjamur pada selesai 1990-an, kelomp...
-
The Bomber atau Bobotoh Maung Bandung Bersatu mulai dirintis semenjak 1997 tak kurang dari dua lusin perkumpulan Bobotoh telah menyatakan s...
-
Lady Vikers ialah adalah salah satu kelompok suporter wanita pendukung fanatik Persib. Dilihat dari namanya, terperinci berkaitan dengan Vi...
-
Kota Bandung terkenal sebagai kota paling kreatif di Indonesia. Banyak artis dan musisi yang lahir di kota kembang. Sebagai warga Bandung r...
-
(Foto: Bobotoh dikala berada di Stadion Senayan, Jakarta) Bobotoh adalah sebutan untuk pendukung klub sepakbola Persib Bandung, ...

