Senin, 02 Oktober 2017

Bobotoh Bubble Matches ke Jakarta (Bobotoh on Tour GBK Stadium)

Ada kalanya menyaksikan sepakbola tak ubahnya diperlakukan menyerupai tahanan. Suporter yang ingin menyaksikan pertandingan, diangkut dengan bis polisi, lalu diantar ke stadion. Di stadion pun puluhan pegawapemerintah keamanan mengawasi para suporter yang datang. Risih? Namanya juga kecanduan sepakbola.

Ini yang dialami sejumlah suporter di Inggris. Mereka menamai kejadian ini sebagai bubble matches. Istilah ini diambil bagi sebuah pertandingan dengan kategori C, atau sangat berbahaya. Pihak kepolisian di Inggris membagi tingkat keamanan satu pertandingan dalam tiga kategori. A, B, dan C. Jelas, kategori A dianggap pertandingan yang sangat aman. Sedangkan kategori C dianggap berpotensi menghadirkan kerusuhan.

Jika suporter away ingin menyaksikan bubble matches, mereka harus mengikuti saran kepolisian, dan harus mau di awasi. Salah satunya dengan menaiki bus menyerupai seorang tahanan. Aturan ini membuat suporter lawan dilarang untuk berangkat sendiri-sendiri tanpa koordinasi dengan polisi.

Mereka harus berkumpul di tempat yang sudah ditentukan, untuk nantinya menaiki bis yang sudah disiapkan. Sebelum naik bis, pihak kepolisian pun memastikan para suporter ini tidak terlalu mabuk ataupun emosi. Setelah pertandingan, hal yang sama akan dilakukan. Mereka diantar pihak kepolisian ke tempat awal bertemu.

Di sejumlah partai bertajuk bubble matches, fans lawan tidak di perbolehkan menerima tiket secara langsung. Mereka akan diberikan kwitansi untuk nantinya di tukarkan di tempat yang telah ditentukan. Mengapa? Ini sebagai pengecekan ganda untuk memastikan mereka yang memegang tiket ialah suporter yang oke untuk dikawal dan dijaga polisi.

Terdapat lebih dari 50 bubble matches di seluruh Inggris selama sepuluh tahun terakhir. Pada Maret tahun lalu, polisi memutuskan laga antara Leeds United menghadapi Millwall statusnya ada di kategori C. Ini berarti semua fans Millwall mesti ber-bubble matchesuntuk dapat bertandang ke Ellan Road yang berjarak 326 kilometer.

Semua fans Millwall mesti berkumpul di Bermondsey, London, pukul 5.30 pagi. Aturan ini juga berlaku bagi suporter Millwall di Manchester, yang secara jarak lebih bersahabat ke Leeds, ketimbang harus berputar ke London. Hasilnya? Hanya 200 orang suporter yang berangkat. Sisanya memboikot pertandingan tersebut.

Banyak yang menganggap penonton sepakbola di Inggris kerap berbuat kriminal. Jadi, nalar mengurung fans lawan dalam pertandingan kategori C ialah hal yang mutlak.

Namun, coba perhatikan fakta berikut. Pada demam isu 2012/2013 total penonton yang datang ke stadion ada 39 juta orang. Sementara itu, fans yang ditangkap 2.456 di seluruh pertandingan di Inggris dan Wales. Artinya, kurang dari 0,01 persen fans yang melaksanakan tindakan melanggar hukum!

Bagaimana `Bubble Matches` di indonesia ?

Ya, di indonesia ialah suporter dari Bobotoh yang di perlakukan menyerupai `Bubble Match`. Dimana Bobotoh harus datang ke GBK dengan pengawalan ketat oleh pihak kepolisian. Pihak kepolisian menyarankan untuk mengawal ketat Bobotoh dari Bandung ke Jakarta. Walaupun pertandingan tersebut bukan antara Persib vs Persija tetapi final tersebut di gelar di kota Jakarta, yang notabennya suporter musuh Bobotoh.

Ya, inilah memang budaya away suporter di indonesia. Selain hambatan dari suporter lawan yang kita lewati, mereka harus berkordinasi terlebih dahulu dari suporter tuan rumah, jarak yang jauh dan melewati pulau pulau belum pula terhambat dengan biyaya trasportasi yang kurang memadai.

`Bubble Matches` Saat itu Bobotoh sudah di tentukan titik kumpul untuk menuju Jakarta, pemesanan tiket sudah di buka lebar dari beberapa fanshop Bobotoh, sekitar 50.00 ribu tiket terjual bahkan kurang, sebelum keberangkatan di lakukan sejumlah Bobotoh di periksa terlebih dahulu sebab dilarang membawa senjata tajam ataupun miras ketika di perjalanan, Bobotoh pun tidak di sarankan untuk berangkat sendiri sendiri ke Jakarta, mereka yang oke pun banyak untuk ikut dari pengawalan pihak kepolisian.

Sesampainya di stadion Bobotoh tidak untuk berlama lama berada di luar stadion dan harus memasuki stadion dg waktu yang sudah di tentukan. Seusai pertandingan pun Bobotoh harus menunggu keluar dari suporter lawan, dan kembali Bobotoh di periksa terlebih dahulu untuk menuju pulang, pengawalan ketat pun di lakukan menuju pulang.

O’Neill (jurnalis asal inggris) menganggap fans pada masa kini sudah diperlakukan dengan praduga sebagai kriminal. Penggemar sepakbola menjadi tikus percobaan bagi pemerintahan yang otoriter.

O’Neill dengan jenaka menyebut hal ini sebagai “Crime against civilliberties, (but) no one wants to talk about”.

Di Indonesia ketika ini, polisi malah jauh lebih tegas. Jika berlangsung partai panas antara Persib melawan Persija misalnya, suporter lawan dilarang hadir. Bukan hanya oleh pihak kepolisian, tapi juga oleh PSSI dan pejabat daerah.

Apa yang dilakukan kepolisian Inggris patut mendapat apresiasi. Mereka begitu “perhatian” pada suporter lawan, hingga diantar jemput untuk pulang dan pergi. Bandingkan dengan kasus pelemparan bus Persib di Jakarta setahun lalu. Ke mana pihak keamanan yang seharusnya mengawal pertandingan?

Selalu ada pelajaran yang mampu diambil dari satu kejadian, dan bubble matches di Inggris mampu menjadi teladan indah bagi kepolisian di Indonesia dalam mengawal klub ataupun suporter ke sangkar lawan.

Sumber: Olahan dari PanditFootball.com (Senasi Pertandingan Seperti Kriminal)






Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id

Apa itu Bubble Matches ?

Bukan hal gres bahwa suporter tim tamu sebuah kesebelasan mendapat kawalan pihak kepolisian. Bahkan, pengawalan itu termasuk sebuah prosedur kepolisian untuk menjaga situasi tetap kondusif menjelang, selama, sampai tamat pertandingan tandang ke markas klub lain.Istilah keren kasus tersebut yaitu "bubble match". Ini populer terjadi di Inggris, terutama bila terjadi derbi alias pertemuan tim sekota. Pihak klub bekerja sama dengan kepolisian sehingga mereka akan menunjukkan konfirmasi bila tabrak di sebuah daerah berlabel bubble match.

Bubble match yaitu pertandingan di mana semua suporter tim tamu harus pergi menggunakan transportasi yang sudah ditunjuk, biasanya oleh tim pelatih. Titik berkumpulnya pun sudah ditentukan sehingga tidakada perjalanan tanpa izin. Tiket pertandingan juga dibagikan selama dalam perjalanan.

Ini merupakan seni administrasi yang polisi gunakan hampir di seluruh Inggris, meskipun adakala mendapat penolakan dari suporter lantaran kebebasan dan ruang gerak mereka dibatasi. Tak heran bila ada pertandingan derbi, baik di level top maupun rendah, statusbubble matchkerap terjadi.

Apa yang terjadi di Inggris seakan-akan dengan yang terjadi di Tanah Air. Dalam sejumlah pertandingan tertentu, polisi harus mengawal suporter tim tamudari titik keberangkatan sampai stadion tujuan.

Terbaru, status bubble match harus direkatkan pada tabrak Persib Bandung versus Sriwijaya FC pada final Piala Presiden 2015, Minggu (18/10/2015).Sejatinya, ini bukan derbi alasannya mempertemukan klub asal Bandung dan Palembang.

Namun, alasannya pertandingan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, maka polisi harus bekerja ekstrakeras melaksanakan pengamanan meskipun tabrak berlangsung di daerah netral. Adalah korelasi yang tak harmonis antara suporter Bandung dan Persija Jakarta yang membuat pengamanan menjadi sangat ketat.

Pihak Persib tak mau mengambil risiko. Mereka melibatkan pihak keamanan untuk mengawal suporter yang akan menyaksikan tabrak tersebut sehingga mulai dari Bandung sampai Jakarta, parabobotohdikawal demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Sumber: Kompas.com

Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id

Daftar Lagu Persib dan Anthem

Kota Bandung terkenal sebagai kota paling kreatif di Indonesia. Banyak artis dan musisi yang lahir di kota kembang. Sebagai warga Bandung rasanya tidak pantas atau lebih tepatnya sangat tidak pantas bila tidak mencintai dan memiliki pujian terhadap PERSIB Bandung. Maka mulai di pertengahan periode tahun 1980-an beberapa musisi yang menunjukkan karyanya untuk penghormatan terhadap Persib Bandung.

Dimulai pada periode tahun 1985/1986, ketika Persib merajai perserikatan, musisi legendaris Indonesia asal Bandung, Farid Harja membawakan lagu “Kami Cinta Persib” karya Dion Hutabarat. Saat itu lagu itu begitu populer dan mampu dikatakan sebagai lagu wajib bagi Bobotoh. Bagi mereka yang sering menonton PERSIB eksklusif ke stadion Siliwangi pasti akan hafal lagu tersebut alasannya ialah selalu diputar setiap awal dan jeda pertandingan.

Setelah itu beberapa musisi lainnya ikut menyusul, ibarat Bimbo yang membawakan lagu “Jayalah Persibku”, dan yang paling fenomenal tentu saja seniman besar Kang Ibing yang membawakan lagu dengan judul “Maung Bandung”. Dari lagu itulah, akibatnya PERSIB memiliki julukan baru, selain Pangeran Biru.

Di tahun 2002, Viking sebagai organisasi Bobotoh paling loyal membuat gebrakan dengan membuat album kompilasi untuk Persib. Karena ini, mampu jadi Persib merupakan tim pertama di Indonesia yang memiliki sebuah tribute album. Beberapa band besar ibarat Koil, dan Harapan Jaya ikut serta menyumbang karyanya, sementara Pas Band turut memasukan sebuah lagu yang sebelumnya pernah dimuat dalam album mereka sendiri. Mungkin dikarenakan anggota Viking didominasi oleh anak muda, maka album pertama banyak mengandalkan jenis musik yang cenderung keras dan aben semangat sesuai selera anak muda ketika itu.

Sukses album pertama, Viking merilis kembali kompilasi volume 2 beberapa tahun kemudian kali ini dengan varian musik yang lebih beragam. Lagi-lagi band kenamaan tanah air ikut berperan serta ibarat Mocca yang mewakili jenis musik anak muda dan seniman legendaris Sunda ibarat Kang Ibing dan Doel Sumbang. Di luar album kompilasi Viking, masih banyak musisi yang membuat lagu Persib baik yang disisipkan ke dalam album mereka maupun yang dirilis secara single. Andy /Rif dan Lukman Peterpan di Stadion Siliwangi Berikut ini ialah musisi maupun band yang pernah membuat lagu untuk Persib Bandung.

Altibi & Nasrulaziez – Untukmu Persib
Anak Mamih – Persib Menang
Andy Rif – Viva PersibApel – Persib Harus Juara
Arabian Peanuts – Kumaha Aing
Bedax Sari Pohacy – Penonton Persib
Bionic Kangaroo – Fight Song for The Blue’s
Bimbo – Jayalah Persibku
Bocah Riot – Persib
Borobotz – Teriak Gosip eh Persib
Boys Are Toys – Bersorak
Budi Abuy Time Bomb Blues – Persib Hebat
Caresent – Haru Biru
Cherry Bombshell – Biru Hatiku
Connie Dio – Persib Nu Aing
Dislaw – No.1
DJ Band – Persib
Doel Sumbang – Persib
Ebiet BeatA – Persib Aing, Aing Pisan
Es Gondrong – Kumaha Aing
Etu Primandhika – Persib Aing
Farid Harja – Kami Cinta Persib
Fifty Jail – Persib
Forgotten – Setan Holligan
F.O.E – Di Atas Satu Biru (Persibku)
Harapan Jaya – Persib
Harapan Jaya – Punggawa Keukeuh
Jeruji – Wasit Goblog
Kampunkan – Betul Ngga Sih?
Kang Ibing – Hariring Persib (feat. Ansembel Gamelan Kyai Fatahillah)
Kang Ibing – Jung Maju Maung Bandung
Kawalat – Holligan Persib
Kloppas – Persib
Koil – Untuk Kemenangan Kami
Koin – Persib Tak Pernah Mati (feat. Oni SOS)
Kremlin – Arti Persib
Kuburan – We Are Stay Behind You
Kungpow Chickens – Ngimpi Kaprikornus Juara
Kungpow Chickens – Tribute To Bandung
Middle Finger – Bobotoh Persib
Mobil Derek – Persib Nu Aing
Mocca – Mars Persib
Momonon – Lupakan Cinta Demi Persib
Mukemen feat 213 – Gol Persib
Mukemen feat 213 – Persib Pantang Mundur
Noin Bullet – Ga Usah Rusuh
Ohank – Bobotoh Sejati
Ohank – Persib euy Persib
Ontohood - Bobotoh Gerot
Pas Band – Aing Pendukung Persib
Pascodex - Persib Juara
PHB – Maung Lautan Api
Pluto – Persib Nama Kami
Prepal Band – Semangat Pangeran Biru
Purpose – Persib Koe Yang Biroe
Raikanji – Persib Aing
Red P.O.M – Persib
Q-Rend – We Love You Persib
Rentenir – Viva La Persib
Rock n’ Roll Mafia – Terinjeksi Biru
Rockster Midlans – Persib Ulah Pundung
Rude Boyz Mafia – Pangeran Tanah Pasundan
Sabisana – Bandung Boga Persib
Saratus Persen – Persib Anu Aku
Savor of Filth – Serang Lawan Taklukan
Scum – Persib Bandung
Sendal Jepit – Jangan Rusak Kotaku
Seurieus – Sihung Maung Bandung
Simple People – Persib Atuh Sok Akh
Sophie is Bandits – Persib
Stater X – Persib Bandung
Tahtra & All People D21 – Persib
Tataloe – Pangeran Bulao
TF’s – Bangkit Persibku
The EDS – Persib Nama Kami
The Duke – Sampai Tua Persib Selalu Di Hati
The Jokes – Kau Tak Pernah Sendiri
The Markus – Kidung Persib
The Milo – Langit Seharusnya Persib
Turtles Jr – Dari Bandung, Untuk Persib
Uwie – Persib
Virus - Persib Atoe Mati
We are Say`s Hello - Go Persib Go Persib Go

Masih ada banyak lagi lagu bertemakan Persib, silahkan yang mau di tambahkan?














Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id

The Biggest Football Supporters in Indonesia

Bobotoh - Persib Bandung

Bobotoh is a term for supporters of Persib not supporters fans club organitation. The name is derived from the Sundanese, which means those who encourage or build excitement for others. In bobotoh there are some groups of supporters such as Viking Persib Club, The Bomber (Bobotoh Maung Bandung Bersatu), Ultras Persib, Fowers City Casuals. They are known for its fanaticism, Persib matches wherever they are certainly always there.

Bonek - Persebaya Surabaya

Bonek terms, acronyms Java language of Bondho Nekat (reckless capital), usually addressed to a group of supporters or supporters of teams Persebaya, although no official name of the group that is supporting these teams Surabaya Supporters Foundation (YSS). They travel along with the team on most away games.

Aremania - Arema Cronous

Aremania is a supporter of the soccer club in Indonesia Super League and one of the largest supporters club dedicated to Arema Indonesia. Throughout the season, They travel along with the team on most away games.

The Jakmania - Persija Jakarta

The Jakmania is a support group / supporters soccerteam Persija Jakarta Indonesia, established in League IV, tepatnya19 Desember1997. The Jakmania are among the biggest supporters in Indonesia.


Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id

Sejarah Persahabatan Viking dan Bonek



Hubungan persahabatan antara Viking dan Bonek, di mulai pada tahun 2003. Ketika itu ada ikrar suporter bersatu dikala gelaran Play-off Liga Indonesia di Solo. Klub tersebut di perbolehkan bermain, tetapi dengan syarat harus ada ikrar suporter untuk bersatu, ikrar tersebut di ikuti oleh Viking, Bonek, Pasoepati, La Mania dan Brajamust. Ketika itu Viking di temani oleh Bonek dikala berjalan jalan ke kota Solo, di dikala itu kedua kelompok suporter tersebut bersahabat dan mengobrol.  Kejadian di pertandingan Persib melawan Perseden Denpasar membuat kekerabatan Viking dan Bonek semakin erat, Viking yang di dampingi oleh Bonek dan suporter Perseden di bantu oleh Pasoepati.

Sebenarnya kalau menilik pada sejarah, Persib dan Persebaya yaitu musuh turun-temurun dari semenjak zaman perserikatan. Kedua klub besar tersebut bukanlah sahabat baik menyerupai sekarang. Namun,Viking Bonek pertanda bahwa dua kubu suporter yang sama-sama berpengaruh dan sempat bermusuhan ternyata dapat saling beriringan. Lalu, apa yang menyebabkan Viking Bonek mampu menjalin persahabatan?

Rasa senasib sepenanggungan yaitu hal yang mungkin menjadi dasar dari kebersamaan Viking Bonek sekarang ini. Kedua suporter sama-sama memiliki riwayat buruk di mata publik. Mereka dianggap sebagai biang kerusuhan setiap kali pertandingan sepak bola berlangsung. Dimana ada pertandingan yang ditonton oleh Viking dan Bonek pasti akan ada kerusuhan yang terjadi.Memang dalam sejarah sepak bola Indonesia Bonek beberapa kali terlibatdalam kerusuhan ketika Persebaya berlaga. Seperti yang terjadi pada tanggal 4 September 2006, Bonek Mania melaksanakan kerusuhan dikala pertandingan Copa Dji Sam Soe Persebaya melawan Arema Malang. Ketika itu para oknum Bonek Mania memperabukan sejumlah kendaraan beroda empat yang berada di luar Stadion 10 November serta menghancurkan kaca-kaca di dalam stadion. Bonek pun dikenakan sangsi larangan memasuki stadion manapun selama tiga tahun

Viking pun pernah beberapa kali terlibat dalam kerusuhan ketika pertandingan berlangsung. Salah satunya, kerusuhan yang terjadi pada hari Minggu, 23 Januari 2011 dmana dikala itu Persib menjamu Arema FC di stadion Siliwangi. Pada dikala itu kerusuhan terjadi dan puluhan dingklik di dalam stadion dirusak dan merusak papan eboard. Atas semua catatan buram yang pernah dimiliki oleh Viking Bonek, masyarakat maupun media nasional acap kali melayangkan hujatan pada keduanya. Bahkan media masa nasional sering menimbulkan isu kerusuhan Viking dan Bonek sebagai headline utama.

Keonaran-keonaranyang dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab menimbulkan nama Viking dan Bonek coreng moreng.Viking dan Bonek sering dijadikan sasaran empuk pemberitaan media. Mereka dijadikan lakon keonaran apabila kerusuhan terjadi. padahal tak selalu kedua klub pendukung Persib Persibaya itu melaksanakan kerusuhan. Mereka merasa memiliki nasib yang sama. Yaitu nasib di deskreditkan oleh masyarakat maupun media massa.

Viking Bonek kesudahannya menjadi dua sahabat karib yang mengusung semangat persaudaraan. Keduanya kerap kali saling menjamu ketika Persib atau Persebaya bertandang ke kota berlawanan. Viking menonton pertandingan Persibaya di Bandung, begitupun sebaliknya Bonek menonton pertandingan Persibdi Surabaya. Bahkan pada satu pertandingan, Persib yang bermain tabrak tandang melawan Deltras Sidoardjo mendapat pinjaman penuh tak hanya dari Viking, tetapi juga Bonek Mania. Karena pinjaman ganda tersebut kesudahannya Persib dapat bermain dengan apik danmengalahkan tuan rumah dengan skor 2-0.

Selain itu, mereka pun mengangkat slogan Viking Bonek Satu Hati sebagai gelora persaudaraan. Keduanya bahkan sering mengadakan kerjasama positif untuk mempererat ikatan tersebut. Salah satunya yaitu dengan menciptakan lagu Viking Bonek Satu Hati. Lagu tersebut menyiratkan kentalnya persahabatan mereka. Terlepas dari semua kontroversi atas sikap anarkis yang dilakukan oknum-oknum yang mengatas namakanViking Bonek. Kedekatan dua klub besar pendukung setia Persib dan Persebaya ini setidaknya dapat menghilangkan kesan menyeramkan dari kehadiran suporter kesebelasan sepak bola nasional. Dua kubu yang berbeda kesebelasan, kota bahkan suku ternyata dapat bersanding dan menjalin persahabatan yang jauh dari katarusuh.

Jika melihat suporter lain di indonesia, gotong royong bukan hanya oknum mengatasnamakan Viking atau Bonek saja yang sering berbuat kerusuhan, banyak suporter lain di indonesia. Tetapi kedua suporter Viking Bonek sangatlah menjungjung pertemanan untuk suporter lain di indonesia setiap kali mereka bersatu.

Viking Bonek Salam Satu Hati Satu Nyali, Wani !

Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id

Casual Culture Masuk di Indonesia

Sepakbola tak hanya hidup 90 menit saja, tetapi ia mampu merasuki kehidupan penggemarnya diluar waktu tersebut. Selalu ada bahasan setelah dan sebelum pertandingan. Dalam seminggu, beberapa media cetak dan elektronik dapat menyajikan artikel-artikel dan informasi seputar sepakbola mulai dari pertandinganhingga kejadian diluar pertandingan yang masih bersangkut-paut dengan sepakbola. Obrolan di bar-bar yang menyediakan minuman keras hingga warung kopi pinggir jalan terjadi dari beberapa pengunjung yang menyukai sepakbola. Lebih dari itu, sepakbola menjadiparts of life bagi orang-orang yang sangat mencintainya. Olah raga yang secara modern lahir di Inggris tersebut menjadi populer dan telah membudaya, diwariskan dari generasi ke generasi, bahkan budaya-budaya atau kultur gres yang berkaitan dengannya pun bermunculan. Mulai dari atas lapangan hingga di tribun penonton. Kebiasaan pemain ketika memasuki lapangan maupun di dalam lapangan pun bertransformasi menjadi budaya tersendiri,seperti misalnya perayaan gol yang dipopulerkan Roger Milla pada awal 90an, mencabut rumput lalu menciumnya ketika akan memasuki lapangan, dan kebiasaan lainnya yang tak hanya dilakukan seorang pemain saja namun sudah menular dilakukan banyak pemain. Sementara dari sisi suporter tercipta banyak sekali kebiasaan bagaimana cara mendukung, bagaimana cara merayakan kemenangan, bagaimana cara berpakaian, yang kesemuanya itu, beberapa telah mendunia, menjadi suatu budaya global. Casual yaitu salah satu subkultur yang hadir dari atas tribun stadion sepakbola. Sebuah budaya berpakaian menggunakan merk-merk ternama dunia yang sering disebutclobber. Kemunculannya di selesai dekade 70an setelah suporter Liverpool kembali dari Italia dan Prancis, dalam rangkaian pertandingan Liga Champion ketika itu, mengenakan pakaian dengan merk yang tak dikenal di Inggris ibarat Sergio Tachini, Fila Vintage, Kappa dan Adidas. Dengan mengenakan pakaian dengan label-label terkenal tersebut, ternyata berhasil mengelabui para polisi yang hanya mengetahui bahwa pelaku hooliganisme yaitu para suporter yang mengenakan sepatu boot Dr. Marten, celana jeans, dan jaket bomber. Terang saja penggunaan paduan label-label terkenal, yang beberapa namanya cukup dikenal di dunia mode semacam Burberry, tersebut menjadi populer. Subkultur casualini mencapai puncaknya pada selesai 80an dan terus berkembang hingga ketika ini, darivintage casualhinggaurban modern casual. Beberapa merk menjadi identik denganterrace fashiontersebut ibarat misalnya Stone Island, CP Company, Paul & Shark, Aquascutum, hingga Prada. Film-film ibarat ID, The Firm, Football Factory dan yang Holywood banget yaitu Green Street Hooligan juga ikut mempopulerkancasual.Dari Inggris tak hanyacasual, tetapi tindakan kekerasan sekelompok suporter sepakbola yang dipopulerkan oleh media di sana sebagai hooliganisme juga muncul. Sayangnya di Indonesia ada pergeseran makna dari hooligan ini. Istilahhooligan sebetulnya memiliki konotasi negatif, sebuah istilah yang menggambarkan tindakan agresif, ricuh, rusuhnya para suporter dan paling sering digunakan sebagai penggambaran perilaku kekerasan di dunia persuporteran. Sebuah fenomena yang dianggap penyakitdi Inggris sendiri. Phil Thorton, penulis buku Casual, dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa tidak semuacasualituhooligan, dengan kata lain perilaku-perilaku buruk hooliganisme tidak selalu ada pada para suporter yang bergayacasualdi atas tribun. Selain dari gaya berpakaian dan berperilaku, muncul pula budaya menyanyikan laguanthematau lagu penyemangat, yang kerap kali disebutfootballchant. Maksud dari menyanyikan lagu-lagu tersebut yaitu untuk merayakan pertandingan, memberi dukungan, mengintimidasi pihak lawan atau hanya untuk membuat stadion bergemuruh.Selain banyak sekali istilah di atas, ada lagi sumbangan istilah dari luar Inggris yang telah membudaya dan meng-global, ibarat kelompok ultras. Sebuah kelompoksuporter yang identik dengan kefanatikannya dalam mendukung klub sepakbola. Kemunculan kelompok ultras pertama masih diperdebatkan hingga sekarang. Pada tahun 1929 di Honggaria, muncul kelompok suporter berjulukan Ferencváros ‘s Fradi-szív yang memiliki karakteristik ibarat ultras. Tidak hanya di Honggaria, kelompok suporter yang dapat dikomparasi dengan ultras dibentuk juga di Brazil, torcida organizada, pada tahun 1939. Torcida meramaikan tribunnya dengan menabuh drum untuk mengiringi nyanyian mereka selama 90 menit dan juga melemparkan gulungan kertas biar lebih semarak. Aksi hooliganisme juga sering dilakukan, bahkan hingga mengorbankan nyawa dari para rivalnya maupun kelompoknya sendiri. Negara yang paling banyak diasosiasikan dengan ultras yaitu Italia. Dalam sejarahnya tercatat bahwa kelompok pertama ultras dibentuk tahun 1951 di Italia. Sedangkan penggunaan nama ultras sendiri muncul dari suporter Samdoria pada tahun 1960an dengan nama Ultras Tito Cucchiaroni. Ultras menunjukkan sebuah gaya tunjangan yang menarik dan penuh hingar bingar dengan embel-embel pyro dansmokebomb. Kreatifitasnya tak hanya hingga di situ saja, muncul kembali sebuah aksi membuat koreografi di atas tribun. Aksi koreografi yang berasal dari ultras benua Eropa tersebut menjadi budaya yang lahir di atas tribun selanjutnya yang risikonya menjalar ke tribun-tribun stadion beberapa penggalan dunia termasuk di Indonesia.Dari kota kita sendiri ada istilah Bobotoh, sebuah kata dari bahasa Sunda yang berarti pendukung atau suporter. Sebuah identitas pokok yang melekat pada pendukung Persib ibarat halnya kata “tifosi” dari Italia, keduanya memiliki makna yang sama namun beda nama.Jaman sekarang, segala budaya tersebut bukan hanya milik negara asalnya saja, tapi telah merambah jauh hingga tribun-tribun stadion di segala penjuru dunia umumnya dan Indonesia pada khususnya.Sehingga bila dikatakan semua hal tersebut yaitu budaya luar dan dianggap tabu untuk diimplementasikan beberapa diantaranya, maka boleh dibilang ketinggalan jaman. Tak semua hal yang ada di tribun stadion rumah kita sendiri yaitu lahir 100% tanpa pengaruh budaya global, di sana ada akulturasi budaya yangmembentuk gaya dukungan, menumbuhkan banyak sekali perilaku di atas tribun dan membangkitkan gairah dalam menikmati klub sepakbola dalam bertandingSumber : Mengbal.com

Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id

Sejarah Lady Vikers (Viking Girls) Pelopor Suporter Wanita di Indonesia

Lady Vikers ialah adalah salah satu kelompok suporter wanita pendukung fanatik Persib. Dilihat dari namanya, terperinci berkaitan dengan Viking. Ladies Vikers yang dibentuk semenjak 1993 itu kini dikelola oleh generasi kedua semenjak tahun 2001. Bahkan pengukuhan Lady Vikers/Viking Girls dilakukan oleh sekjen PSSI, Tri Goestoro. Pada program yang di gelar oleh Asosiasi Supporter Seluruh Indonesia (ASSI). Ketua ASSI sendiri kala itu masih di jabat oleh Sigit Nugroho.

Awalnya keberadaan kaum hawa dalam mendukung Persib Bandung masih bersifat individual, setelah jumlahnya lumayan banyak di bentuklah Lady Vikers, namun ketika itu keberadaannya belum terorganisir dengan baik, manajemen keangotaan belum ada. Namun keberadaan Lady Vikers  telah mendapat legalisasi dari para anggota Viking lainnya. Bahkan Lady Vikers telah mencetak sejarah sebagai suporter wanita pertama atau penggagas suporter wanita di indonesia.

Selain datang ke stadion, mereka juga kerap kumpul bermain sepak bola di lapangan futsal. Anggota termuda berusia 5 tahun dan tertua kini berumur 50-an tahun yang disebut gerombolan Bobotoh Kolot (tua). Saat berada di stadion Bobotoh kaum hawa ini dijaga para bobotoh lelaki biar tidak diganggu dan lainnya.

Lady Vikers merupakan bab tak terpisahkan dari Viking atau Viking Persib Club. Sejarah berdirinya Lady Vikers lumayan panjang. Jauh sebelumnya sebagian kaum hawa ternyata ada yang telah terlibat eksklusif dalam hiruk pikuknya pendukung Persib.

Para mojang ini memperlihatkan pinjaman untuk Persib bukan hanya di sangkar atau di Stadion Silliwangi. Mereka bisa mengambarkan cintanya dengan mendukung Persib sampai keluar kandang. Bahkan mereka pun terlibat eksklusif dengan gesekan-gesekan fisik yang biasa terjadi dalam perseturuan dengan suporter lain.

Sebagian kaum hawa tersebut menjadi cikal bakal berdirinya Lady Vikers. Renni Hermansyah, ketua I Lady Vikers mengatakan bahwa dulu sebelum berkeluarga ia sering kali terlibat eksklusif dalam kerasnya atmosfir suporter. Kejadian yang tidak akan pernah dilupakannya pada  tahun 2001, ketika itu pendukung Persib gres memenangi program Kuis Siapa Berani antar suporter di stasiun televise swasta Indosiar. Usai penyerahan hadiah terjadi baku hantam antara Viking dan Jakmania. Kedua pendukung salinglempar dingklik dan botol. Selapas dari pengawalan polisi di Tol, Jakmania masuk ke tol dan menghadang tiga kendaraan beroda empat pembawa Viking. Satu kendaraan beroda empat tak dapat lolos dan menjadi bulan-bulanan Jakmania. Akibatnya 13 orang terluka, termasuk Sembilan orang luka berat. Hadian kuis Rp 3 juta ikut amblas diambil Jakmania

Bobotoh kaum hawa ini tidak hanya Lady Vikers saja sebetulnya masih ada organisasi gres Bobotoh kaum hawa menyerupai Blue Flowers, Bobotoh Unyu Unyu, Maung Geulis dan lainnya.

Berikut salah satu Lady Vikers menceritakan pengalamannya ketika menonton di luar kandang  https://www.youtube.com/watch?v=BoabLIRTRWY

Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id