Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Korban Korban Suporter Sepakbola Indonesia. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Korban Korban Suporter Sepakbola Indonesia. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Oktober 2017

Budaya Away Suporter Indonesia (Mania Culture)

Seperti yang kita ketahui, infrastruktur transportasi di Indonesia tidak bisadibilang istimewa. Pilihan jalan dari satu kota ke kota lain, umumnya terbatas dan hanya mengandalkan jalan nasional. Untuk urusan transportasi, menyerupai kereta api memang meningkat setiap tahunnya, tapi tetap tidak menjangkau seluruh wilayah di Indonesia, Tetapi cuma ada di Jawa dan Sumatera.

Pilihan lewat jalur darat mampu jadi malah mendatangkan bencana. Kaca dilempari kerikil oleh pendukung lawan, hingga pencegatan di jalan menjadi risiko yang mesti ditanggung oleh pendukung sepakbola di Indonesia. Untuk jalur udara pun tidak begitu memadai alasannya yaitu hanya mencakup kota-kota besar. Amat jarang, misalnya, penerbangan Bandung-Yogyakarta atau Bandung-Makassar. Penggemar harus menuju kota yang lebih besar, yang menjadi penghubung antar kota di Indonesia.

Akses perjalanan darat pun kerap menemui hambatan. Kontur alam yang tidak rata, membuat jalanan berkelok-kelok,yang tentu saja membuang waktu di perjalanan.

Salah satu contohnya yaitu perjalanan Bobotoh suporter Persib ketika akan menyaksikan selesai di Palembang. Dengan jarak yang “hanya” 743 kilometer, ditempuh dalam waktu 24 jam. Padahal, kalau kendaraan dipacu dengan rata-rata 50 kilometer per jam, jarak 700 kilometer mampu ditempuh dalam waktu 15 jam saja.

Tentu perhitungan tersebut mengecualikan waktu yang dihabiskan untuk menungguferri di Pelabuhan Merak, hingga memperlambat kendaraan alasannya yaitu jalanan sempit yang berbatasan dengan jurang. Pembangunan jalan bebas hambatan dengan bentuk jalan yang lurus, bergotong-royong mampu mengurangi waktu perjalanan. Perjalanan Bandung-Merak dengan jarak 258 kilometer, sejatinya mampu ditempuh dengan empatjam saja. Dari perhitungan tersebut,semestinya Bandung-Palembang mampu ditempuh dalam waktu 12 jam.

Di luar faktor ukiran dengan suporter lawan, agaknya masih sulit bagi penggemar sepakbola di Indonesia untuk mendukung kesebelasannya ketika bermain tandang, kecuali yang masih di sekitar Pulau Jawa. Sulitnya transportasi, membuat biaya perjalanan membengkak.

Jika dulu di masa Perserikatan pendukung klub Persebaya berbondong bondong tour ke Jakarta dengan sangat terorgansir, alasannya yaitu dulu memang belum ada suporter yang melaksanakan tour terorganisir menyerupai Bonek atau pendukung klub Persebaya, beda hal nya dengan Bobotoh di masa Perserikatan, kalau Bobotoh dulu menyaksikan Final menuju GBK mereka datang dari banyak sekali tempat di Jawa Barat, dan tanpa ada resiko atau ukiran dari suporter rival, atau tidak ada kaitannya dengan suporter lainnya, alasannya yaitu memang dulu belum ada organisasi atau kelompok suporter yang kini sekarang mulai muncul di masa Liga Indonesia, berbeda di ketika dulu kini budaya gres muncul dari sepakbola Indonesia yaitu Bobotoh/Viking, mereka mampu di bilang yaitu Budaya gres penggerak di sepakbola indonesia dengan tour menyebrangi pulau dengan penuh resiko dan bahaya dari suporter lawan.

Saat tabrak selesai antara Persib vs Persipura di Stadion Jakabaring, Palembang. Ribuan Bobotoh yang diangkut atau berangkat  kurang lebih hampir 100 bus, beberapa kloter pesawat dan ratusan kendaraan beroda empat pribadi, yang akan menuju palembang. Bahkan masih banyak bobotoh yang belum terangkut alasannya yaitu sulit menerima bus, dan juga tiket pesawat yang sudah Fully Boked. Namun, kondisi sebaliknya malah terjadi jauh diluar kondisi bobotoh yang tak ada sama sekali kaitannya dengan final. The Jakmania, yakni pendukung Persija Jakarta yang tidak masuk delapan besar, di ketika perjalanan di tol kota Jakarta mereka sudah berniat melempari bus suporter Persib dengan batu. Aksi mereka bukan tanpa alasan alasannya yaitu The Jakmania yaitu rival Bobotoh.

Karena inilah Culture Mania yang di pakai suporter indonesia, ada sedikit perbedaan bahkan beda dengan gaya suporter luar negeri, pola Ultras, Casuals dan lainnya namun ada unsur ide dari suporter luar negeri. Kembali ke dongeng tour di ketika perjalanan Bobotoh, Pendukung Persija Jakarta The Jakmania melempari bus bobotoh dari luar jalur tol, serta ada juga yang melempari dari atas jembatan tol.

Bobotoh sempat turun untuk membalas lemparan, namun para anak muda itu lari terbirit-birit bahkan sebelum benar-benar dikejar. Kejadian itu sontak menggegerkan jagat maya. Hashtag ‪#‎lemparlalukabur‬ pribadi menggema dari cuitan para bobotoh. Tak hanya kali itu saja, agresi tersebut kembali terulang hingga ketika bobotoh pulang dan hingga di pelabuhan Bakauhuni. The Jakmania kembali melempari bobotoh dengan kerikil besar. Suasana sempat mencekam ketika bobotoh turun untuk mengejar para pendukung garis keras Persija itu.

Seperti biasa, agresi kembali diperlihatkan oleh The Jakmania.
Mereka kabur terbirit-birit, Jakmania kembali melempari bus bobotoh Persib, ketika berada di jalur tol dalam kota Jakarta. Beberapa bus hancur oleh agresi tersebut. Belum terperinci berapa jumlah korban dari agresi sepihak tersebut. Namun bobotoh mengalami luka parah di kepala.

Tapi itulah budaya suporter indonesia dengan Culture Mania, Rasa fanatisme yang berlebihan terkadang berdampak negatif.
Bahkan Frenz Beckenbauer kaget melihat video kerusuhan suporter indonesia. Dia mengatakan bahwa suporter indinesia yaitu salah satu negara dengan suporter paling loyal. Dan itu di buktikan dari kepadatan rata rata tinggi stadion di indonesia mampu mencapai 96% dan salah satu suporter terbesar tersebut diantara lain yaitu Bobotoh, The Jakmania, Aremania, Bonek, Pasoepati, Singamania, Persipuramania, The Maczman.





Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id

Korban Korban Suporter Sepakbola Indonesia

Eko Prasetyo dan Slamet – Suporter AremaPada 19 Desember 2015 pukul 04:30 pagi terjadi bentrokan antara suporter Arema Cronus dan Bonek Persebaya. Rombongansupporter Arema yang berada dalam perjalanan untuk mendukung timnya dalam pertandingan Piala Sudirman di Sleman. Namun sayang, ketika bus yang berisi rombongan Arema berhenti di SPBU,datanglah 4 truk berisi rombongan bonek yang kemudian menyerang bus tersebut.Dalam peristiwa itu, Eko Prasetyo yang ditarik keluar dari bus dan dipukuli dengan kerikil hingga tewas di tempat. Sementara itu, di daerah terpisah bentrokan juga terjadi ketika rombongan Bonek menyerang rombongan Arema. Slamet si supir kendaraan beroda empat yang menggunakan seragam Arema juga dihajar. Ia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Andika – Suporter Sriwijaya FC
Pada 18 Februari 2014 lalu, pertandingan antara Sriwijaya FC melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring ternyata berujung bentrok. Andika yang merupakan salah satu suporter Sriwijaya FC tewas karena ditusuk.Saat itu setelah pertandingan usai, korban dan temannya hendak keluar dari stadion. Namun begitu keluar ternyata ada suporterkelompok lain dengan pakaian hitam eksklusif menyerang korban dan temannya. Korban tidak sempat kabur dalam peristiwa itu sementara teman-temannya berhasil menyelamatkan diri.

Dian Rusdiana – Suporter Persitara
Pada kompetisi Superliga 2008/2009, seorang suporter Persitara Jakarta Utara meninggal dunia setelah menyaksikanpertandingan antara Pelita Jaya dan Persitara. Korban yaitu Dian Rusdiana yang ketika itu masih berusia 16 tahun.Korban ketika itu diserang di pintu bus dengan senjata tajam. Setelah terjatuh, ia masih dikeroyok oleh sekelompok orang beratribut Jakmania di depan pintu tol Lebak Bulus.Fathul Mulyadin – Suporter The JackmaniaFathul Mulyadin yang merupakan suporter The Jackmania tewas dianiaya suporter Persipura Jayapura di Stadion Gelora BungKarno, Senayan, Jakarta. Pada 6 Februari 2008 lalu, ia bersama seorang rekan berangkat untuk menonton pertandingan antara Persija dan Persipura.Ketika hingga di depan pintu I stadion, ia dan rekannya dicegat sekelompok suporter yang mengenakan atribut Persipura Jayapura. Meski sempat berusaha lari, Fathul tidak berhasil meloloskan diri. Ia dikeroyok hingga alhasil meninggal dunia.Joko Riyanto – Suporter Persis SoloPada 22 Oktober 2014 lalu, terjadi kerusuhan antar suporter dalam berkelahi Persis Solo melawan Martapura FC. Dalam kerusuhan tersebut, Joko Riyanto yang merupakan suporter Persis Solo meninggal dunia. Pihak kepolisian mengatakan bahwa Joko Riyanto yaitu korban pengeroyokan. Ia tertembus benda tajam sedalam 8cm yang mengenai paru-parunya.Rangga Cipta Nugraha – Suporter PersibPada berkelahi Persija melawan Persib di Stadion Gelora Bung Karno 27 Mei 2012 lalu, kembali terjadi kericuhan. Rangga Cipta Nugraha yaitu salah satu dari 3 korban tewas karena pengeroyokan suporter pada hari itu.Rangga yang merupakan suporter Persib diseret keluar stadion dan dikeroyok oleh pendukung Persija. Ia alhasil meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dengan kondisi yang mengenaskan. Ia tewas dengan badan penuh luka memar dan wajah yang rusak parah akhir sayatan benda tajam. 3. Tewasnya Lima Suporter PersebayaSuporter Persebaya itu diduga tewas terjatuh dari atas kereta api karena diserang suporter Persela Lamongandengan lemparan batu. Mantan Kapolrestabes Banjarmasin menyatakan, dugaan sementara tewasnya 5 bonek ini karena kecelakaan. 5 suporter Persebaya ini diduga tersangkut kabel dan terbentur benda keras/seng (rambu-rambu) ketika berada di atas kereta api. Diberitakan sebelumnya, sebanyak 4 suporter Persebaya tewas ketika dalam perjalanan ke Bojonegoro. Sementara 1 suporter lagi alhasil meninggal dunia di rumah sakit Lamongan setelah mengalami koma. Para bonek yang menumpang kereta barang ini bertujuan menonton pertandingan tandang antara Persebaya dengan Persibo Bojonegoro Sabtu (10/3/2012).4. Fans PSCS Cilacap Diserang Kelompok BercadarSekelompok orang bercadar menyerang bus yang ditumpangi puluhan fans PSCS Cilacap, Minggu (12/10/2014) malam di Jln Solo tepatnya depan lapangan Parkir Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. Penyerangan itu menimbulkan satuorang suporter meninggal dunia dan beberapa orang mengalami luka-luka. Fans yang luka-luka disebabkan terkena sabetan pedang dan lemparan batu. Sedangkan yang meninggal dunia berjulukan Muhammad Ikhwanudin (19) warga Petenangan, Bantah Sari Cilacap Jawa Tengah. Ikhwanudin mengalami luka di episode wajah dan luka bekas tusukan di sekitar ulu hati. Setelah melaksanakan penyerangansekitar 20 menit, para pelaku lantas melarikan diri dan membuat puluhan suporter PSCS Cilacap mengalami luka-luka akhir sabetan senjata tajam. Sementara Muhammad Ikhwanudin korban meninggal Dunia dibawa ke RS Sarjito Yogyakarta untuk diotopsi.5. Suporter Pelita Jaya Tewas Dianiaya Viking PersibSeorang suporter sepakbola klub Pelita Jaya Karawang tewas mengenaskan pada 25 April 2011. Korban berjulukan Muhammad Azis, berusia 12 tahun mengalami luka serius akhir tusukan samurai di kepala episode depan. Siswa SMP kelas satu ini menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan sekelompok cowok yang mengaku suporter Persib Bandung, Viking. Seorang suporter sepakbola klub Pelita Jaya Karawang tewas mengenaskan. Korban berjulukan Muhammad Azis, berusia 12 tahun mengalami luka serius akhir tusukan samurai di kepala episode depan. Siswa SMP kelas satu ini menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan sekelompok cowok yang mengaku suporter Persib Bandung, Viking. 7. PertandinganPersebaya 1927 melawan Persija Jakarta pada kompetisi lanjutan Liga Prima Indonesia yang berlangsung di Stadion Gelora 10 November, Minggu 3 Juni 2012, berakhir ricuh. Anggota Bonek, sebutan untuk suporter Persebaya, berjulukan Purwo Adi Utomo tewas.Penyebab kericuhan sepele. Sesaat pertandingan berakhir, beberapa suporter hendak mencopot spanduk.Namun, mereka dihalang-halangi oleh polisi sehingga terjadi agresi saling dorong.Polisi lalu membabi buta melepaskan tembakan gas air mata ke arauh kerumunan suporter. Suasana pun menjadi panik. Suporter kemudian berebut keluar dari stadion untuk menghindari gas air mata.

Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id