Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Bobotoh PERSIB Maung Bandung | Persib Bandung. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Bobotoh PERSIB Maung Bandung | Persib Bandung. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Oktober 2017

Sejarah Viking Persib Club (VPC)


Viking Persib Club sudah ada sebelum organisasi dan kelompok suporter klub lain di indonesia mulai menjamur pada selesai 1990-an, kelompok suporter Persib dengan jumlah anggota resmi terbesar ini sudah mendeklarasikandiri pada 17 Juli 1993.

Pada dikala itu timbul gagasan dari Ayi Beutik untuk mempersatukan para Bobotoh Persib yang selalu setia menonton di tribun Selatan ke dalam sebuah organisasi yang solid. Lantas ia mengundang beberapa tokoh Bobotoh dari aneka macam tempat, yaitu Heru Joko, Dodi PesaÔ Rokhdian, Hendra Bule, dan Aris Primat dengan dihadiri oleh beberapa Pioner Viking Persib Club lainnya, yang hingga kini masih tetap aktif dalam kepengurusan Viking Persib Club. Mereka berembuk untuk menyatukan diri dalam sebuah wadah organisasi dan terbentuklah sebuah kelompok Viking Persib Club (VPC) atau biasa disebut Viking.

Pilihan Viking diambil dari nama sebuah suku bangsa yang mendiami daerah Skandinavia di Eropa Utara. Suku bangsa tersebut dikenal dengan sifat yang keras, berani, gigih, solid, patriotis, berjiwa penakluk, pantang menyerah, serta senang menjelajah. Karakter dan semangat itulah yang mendasari pengadopsianÔ nama Viking kedalam nama sebuah kelompok yang telah dibentuk. Slogan "Persib Sang Penakluk" begitu lebih banyak didominasi terlihat pada salah satu atribut yang dipakai anggotanya. Viking dimasa ini masihlah sangat tradisional dan belum memperlihatkan sebagai sebuah organisasi yang utuh secara profesional.

Pada awalnya, jumlah anggota Viking hanya sekitar 50 orang mereka yakni sekumpulan fans fanatik Persib yang bisa dibilang beraliran keras. Jika ada wasit yang mereka rasakan bertindak tidak adil, mereka pribadi berteriak dan turun ke lapangan. Mereka tidak gentar meskipun dihalangi oleh pegawapemerintah keamanan sekalipun. Oleh alasannya itu tidak heran bila mereka sering bentrok dengan polisi atau tentara, bahkan hingga terlibat perkelahian. Ketika itu salah satu persyaratan untuk menjadi anggota VPC yakni harus berkelahi. Misalnya para calon anggota Viking sedang bertandang ke Jakarta untuk menonton pertandingan sepak bola. Maka sesampainya di stadion Lebak Bulus, calon anggota gres tersebut harus mencari alasan untuk berkelahi dengan suporter lawan. Bahkan kalau bisa hingga lawannya pingsan. Banyak anak muda yang tertarik, terutama dari fatwa garis keras, sehingga anggotanya terus berkembang pesat.

Berbeda dengan dikala dulu kini persyaratannya sudah berubah, dan tidak radikal menyerupai dulu karena banyak juga kaum wanita dan anak kecil yang masuk jadi anggota. Jika ingin menjadi anggota VPC, syaratnya harus pernah nonton dulu ke sangkar lawan.

Pada Periode tahun 1999-2004 Viking mengalami penambahan anggota yang cukup signifikan, bahkan karena seakan banyaknya anggota maka para pimpinan Viking pun merasa bahwa tribun Selatan sudah tak bisa lagi menampung jumlah anggota yang rutin menyaksikan pertandingan Persib secara pribadi di Siliwangi, balasannya tribun timur pun menjadi pilihan dan terhitung semenjak Liga Indonesia VI seakan penambahan anggota tersebut , Viking mulai Ô¨berpindah ke tribun Timur dan memperlihatkan keberadaan serta santunan dari tribun TimurÔ yang lebihnyaman dan kapasatitas tempat duduk lebih besar.

Periode ini pulalah, tepatnya medio 2002-2003, Viking mengalami sebuah momentum penting dikala Yudi Baduy sang sekretaris umum mulai sibuk dengan rutinitas dan pekerjaannya sehingga Viking membutuhkan darah segar untuk tetap menjaga dinamika roda organisasi, dan masuklah Budhi Bram, keterlibatannyabersama Viking dimulai dikala yang bersangkutan menggarap album Kompilasi yang pertama. Seiring waktu, balasannya Budhi Bram resmi menjabat sebagai sekretaris umum Viking yang baru.Pada masa inipulalah Viking yang tetap di pimpin oleh dwitunggal Herru Joko sang ketua umum dan Sang Panglima, Ayi Beutik mulai tumbuh sebagai organisasi yang sesungguhnya, seluruh potensi organisasi pun terus dioptimalkan untuk mendatangkan manfaat bagi Persib dan Viking sendiri. Viking dengan jumlah anggotanya yang mencapai ribuan orang mulaidilirik oleh aneka macam perusahaan dan menjalin beberapa kerjasama dalam event-event besar. Tercatat berbagaiperusahaan, mulai dari rokok, selular hingga clothing pernahmenjalin kerjasama dengan Viking Persib Club.lama kelamaan agresi Viking takhanya sekedar bersorak di stadion, namun aktivitasnya mulai menyentuh aneka macam aspek kehidupan, menyerupai bakti sosial, sunatan masal, kompetisi-kompetisi kreatif dll. Dimasa ini pulalah Viking mulai menjalin simpul-simpul signifikan dengan pihak-pihak yang strategis, menyerupai walikota Bandung dll.

Pada Periode 2005-2009 Dimasa ini Viking semakinmapan dan dewasa, bahkan sisi komersil pun mulai teroptimalkan secaraelegan. Lihat saja kelahiran Viking Persib fanshop yang bergerak dibisnis properti supporter, ataupun album digital dan bisnis RBT serta website resmi yang digarap oleh Viking, semakin memperlihatkan ke-profesionalan organisasi ini. Jangan lupakan pula kehadiran Persib magz yang fenomenal dan sempat mewarnai dunia media soporter ditanah air dan berganti nama menjadi majalah.

Tokoh Panglima Ayi Beutik

Bobotoh begitu terikat secara emosional, dan mereka mengikatkan diri kepada Persib dan juga kepada sesama pendukung Persib. Kata Panglima disini yakni sosok bapak/ibuÔ dalam keluarga, pengasuh bagi anak-anaknya, terutama anak kecil, sosok yang memimpin serta melindungi para anggota apabila terjadi sesuatu dilapangan.

Pria yang berjulukan asli Ayi Suparman ini merupakan salah seorang pendiri dan pimpinan tertinggi Viking Persib Club (VPC),  Ayi Beutik terkenal fanatik dan rela melaksanakan tindakan anarkis demi membela tim kesayangannya.

Ada orang yang bertanya mengapa nama Ayi Suparman diubah menjadi Ayi Beutik. Ternyata jawabannya sangat sederhana. Konon ketika ia masih kecil, ada bapak-bapak yang bertubuh tinggi besar. Ketika ia beranjak remaja tubuhnya menyerupai bapak-bapak tersebut sehingga dipanggil Beutik. Sejak dikala itulah orang lebih mengenalnya sebagai Ayi Beutik.

Dalam setiap pertandingan Persib, Ayi Beutik selalu berada di garda terdepan dalam memimpin para bobotoh untuk mendukung tim kesayangannya. Sosoknya pemberani dan sangat disegani baik oleh lawan maupun kawan. Kecintaannya terhadap persib tidak perlu diragukan lagi. Dia rela ditahan demi membela kelakuan anggotanya yang terkadang kelewat batas sehingga melaksanakan tindakan kriminal yang merugikan orang lain. Oleh alasannya itu ia mendapat julukan sebagai Panglima Viking oleh Bobotoh Persib.

Bapak para Bobotoh ini yang selama hidupnya belum pernah sekalipun membeli tiket untuk menonton setiap pertandingan sepakbola. Dia selalu punya caranya sendiri untuk bisa menonton, misalnya dengan cara memanjat tembok. Apapun dilakukannya demi sepak bola. Dalam mendukung timnya, ia selalu berpenampilan nyentrik termasuk model rambutnya menjiplak gaya Indian Mohawk. Ciri khas lainnya yakni teriakan-teriaknnya yang membuat suasana stadion menjadi semakin hidup.

Pria kelahiran 1968 yang memiliki hobi menonton sepak bola, musikdan memanjat tebing ini merupakan lulusan Jurusan Geodesi, Institut Teknologi Bandung (ITB). Sesuai denganbackgroundkeilmuannya, ia bekerja di sebuah perusahaan Konsultan Asing pada bab pemetaan. Oleh alasannya itu tidak heran bila ia sangat mengenal aneka macam daerah di Indonesia.

Ayi Beutik menikah dengan Nia Dasmawati, seorang guru SD yang sangat dicintainya pada usia 37 tahun. Pernikahan mereka membuahkan dua orang anak yang diberi nama Jayalah Persibku dan Usab Perning. Nama yang unik tersebut diberikan pada kedua anaknya sebagai bukti kecintaannya terhadap Persib.

Begitupun jabatan Ketua Umum yang disandang Heru Joko, yakni sebagai figure kharismatik yang memiliki fungsi politis keluar organisasi atau kelompok lain. Lain halnya dengan Yoedi Baduy yang menjabat sebagai Sekretaris Umum, ia mengelola dan mengkoordinir segala bentuk kegiatan secara administratif. Bisa dikatakan ketiganya yakni pemimpin atau leader Viking Persib Club, yang tentu saja ditopang oleh pentolan-pentolan Viking Persib Club yang lainnya, menyerupai Yana Ewok, AsepÔ•Cok, Yana Bool (Mr. Y), Dadan Gareng, Boseng, Odoy, Pesa dan Hendra Bule.

Bsnis yang Dikelola Viking Persib Club (VPC)

Sejak Ayi Beutik menjadi Panglima Viking dan Heru Djoko menjabat sebagai Ketua Umum Viking, keberadaan VPC semakin solid. Keduanya kompak dalam membangun suporter Persib yang berpengaruh dan disegani. Mereka berdua memiliki banyak andil dan jasanya dalam membesarkan Viking. Mereka bisa saling mengisi satu sama lainnya. Disamping nama kedua dedengkot Viking tersebut, ada juga nama lain yang turut berjasa, menyerupai Dodi “Pesa” Rokhdian, Hendra Bule dan Aris Primat.Heru Djoko merupakan Ketua Viking yang cerdas dan cukup jeli dalam melihat peluang bisnis. Dia mengajarkan kepada para bobotoh bagaimana cara berbisnis untuk Viking. Tidak sedikit pula para pengusaha yang tertarik menjalin kerjasama yang saling menguntungkan. Namun Heru dan Ayi tidak serta merta pribadi menyetujuinya. Mereka berdua benar-benar selektif dalam menjaring pengusaha yang akan menjadi mitra bisnisnya.Salah satu cara yang dilakukan Heru dan pengurus lainnya dalam mencari peluang bisnis yang sempurna yakni dengan melaksanakan riset kecil-kecilan. Mereka menyebar angket kepada para bobotoh yang isinya berupa pertanyaan seputar kebutuhan para anggotanya. Hasilnya berupa sekumpulan daftar kebutuhan bobotoh menyerupai kaos anggota, kemeja, syal, topi, pin dan sebagainya. Hal ini tentu membuka peluang usaha yang terperinci dengan market yang terperinci pula. Adanya kegiatan ini bisnisini bisa mengakibatkan masuknya income buat pribadi bobotoh yang ikut menjalankan bisnis ini maupun buat organisasi VPC itu sendiri.

Secara umum terdapat tiga jenis usaha yang dikala ini dikembangkan oleh VPC, yaitu :

1. Viking Original Fanshop

Konsepnya persis menyerupai cloting pada umumnya, namun perbedaanya terdapat pada antribut-atributnya yang sangat kental berbau Persib. Barang yang dijual menyerupai marchandise ataupun souvenir Viking dan Persib yang resmi dekelola oleh VPC.Usaha dibidang ini terletak di Jalan Banda, tidak jauh dari Stadion Siliwangi Bandung dan Wisma Darma Bakti, tempat menginap para emain Persib. Produk yangdijual tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan para anggota Viking, namun juga terbuka untuk umum.

2. Viking Recorder

Kota Bandung sudah dikenal luas memiliki banyak budayawan, seniman dan musisiternama. VPC merasa tertantang untuk menciptakan kreativitas gres yaitu pembuatan CD Viking kompilasi persib. Dalam CD ini terdapat lagu-lagu yang sengaja dibuat oleh para musisi kota Bandung sebagai wujud kecintaannya terhadap Persib.Pada 2002 dan 2004, VPC telah melahirkan album kompilasi yang berisi lagu-lagu bertema Persib. Lagu-lagu tersebut dimainkan oleh penyanyi dan Band ternama asalKota Bandung, menyerupai Pas Band, Mocca, Serius, Kang Ibing, dan Doel Sumbang. Kontribusi mereka sangat berarti bagi kemajuan VPC dan Persib Maung Bandung.Berdasarkan data penjualan, ternyata album Viking Kompilasi 1 sudah terjual sekitar 30.000 kopi. Bahkan konon kabarnya masih dirilis ulang dengan kemasan baru, sesuai undangan pasar. Sedangkan album Viking Kompilasi 2, angka penjualannyamencapai 20.000 kopi. Berikutnya direncanakan Viking akan membuat album ketiga yang lebih baik dari album-album sebelumnya.

3. Suporter Tour Company

Usaha ini masuk dalam sektor jasa, yaitu melayani bagi siapa saja yang bermaksud menyaksikan laga Persib diluar kota dengan nyaman dan aman. VPC menyediakan pelayanan pembelian tiket, sarana fasilitas dan transportasi yang diberi nama Viking Suporter Tour Company. Jenis usaha ini hampir sama dengan bisnis Tour dan Travel yang dikelola oleh sarjana lulusan perguruan perhotelan.Anggota Viking yang ikut dalam rombongan Suporter Tour Company, selain menonton laga Persib, juga diajak jalan-jalan mengunjungi tempat-tempat wisata yang terdapat di daerah tersebut.


Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id

Sejarah The Bomber (Bobotoh Maung Bandung Bersatu)

The Bomber atau Bobotoh Maung Bandung Bersatu mulai dirintis semenjak 1997 tak kurang dari dua lusin perkumpulan Bobotoh telah menyatakan sikap untuk berhubungan dan balasannya mendeklarasikan Bomber di Hotel Santika Bandung pada tanggal 3 agustus 2001.

Dalam berdemokrasi Bomber membebaskan perkumpulan yang berada dalam pondasi Bomber untuk tetap memakai atribut kebesaran mereka masing-masing namun jikalau sudah berada dilapangan merekapun sepakat hanya akan mengibarkan bendera Bomber. Dalam perjalananya Bomber sudah mengalami empat kali pergantian ketua umum yaitu Asep S Abdul, Arip Maulana Yusuf, Arief Maulana DJ, dan pada tahun 2007 kembali diketuai oleh Asep S Abdul sampai sekarang. Pada tahun 2006 Bomber sempat meleburkan diri bersama Viking Persib Club dan menjadi distrik Viking terbesar dengan nama Viking The Bomberman namun hanya jelang satu tahun pada tahun 2007 Bomber kembali mencoba berdikari dan menjadi organisasi yang independent dengan nama The Bomber. The Bomber mempunyai tujuan untuk mendukung Persib Bandung dalam semua lingkup kegiatannya, mendukung Timnas Indonesia dalam kancah persepakbolaan Nasional dan Internasional, Bomber juga berkomitmen untuk membangun supporter sepakbola yang kritis, kreatif, aktraktif, tertib, santun, cerdas dan bertanggung jawab demi Persib. Dalam kepengurusan tingkat tertinggi ialah Mabes Pusat yang membawahi kepengurusan Mabes Kota/Kab. untuk tingkat Kota/Kab, Rayon untuk tingkat Kecamatan, dan Ranting untuk tingkat kelurahan yang berlaku diseluruh kawasan di Indonesia dan diawasi eksklusif oleh Dewan pembina, Dewan penasehat, dan Dewan pelindung Bomber.

Biodata
Nama : The Bomber (Bobotoh Maung Bandung Bersatu) atau Bomber.
Berdiri : 3 Agustus 2001
Ketua Umum : Asep S Abdul (masa bhakti 2010-2015)
Jumlah Anggota : 27.000 orang
Motto : "Menjadi Bobotoh Sntun dan Cerdas"
Lambang : Tengkorak Mung Bertopi Tanduk Kerucut
Tribun : Selatan

Legalitas Bomber
1. AKTA NOTARIS / PPTA : Akta pendirian Bomber : No.02 Tgl 07 Oktober 2010
2. SURAT KETERANGAN TERDAFTAR : Badan kesatuan bangsa, dukungan dan pemberdayaan masyarakat Kota Bandung : No : 142 / BKPPM / 20103. Berdasarkan UUD No. 40 Tahun 1999.

Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id

Sejarah Bobotoh



(Foto: Bobotoh dikala berada di Stadion Senayan, Jakarta)

Bobotoh adalah sebutan untuk pendukung klub sepakbola Persib Bandung, nama ini berasal dari bahasa Sunda, artinya "orang orang yang mendorong atau membangun semangat bagi orang lain".  Secara global Bobotoh terbagi dalam beberapa kelompok diantaranya, Viking Persib Club (VPC), The Bomber (Bobotoh Maung Bandung Bersatu), La Curva Pasundan (LCP), Flowers City Casuals (FCC). Bobotoh tidak mengenal usia muda atau tua, mereka yang bersorak atau mendukung Persib di sebut Bobotoh.

Sejak pertama klub sepakbola Persib Bandung berdiri tahun 1933. Pendukung Persib sudah mulai muncul dan menerangkan keberadaan untuk mendukung klub sepakbola kebangaan kota Bandung tersebut,  Bala Kurawa ialah sebutan pendukung Persib selain Bobotoh pada jaman tersebut, sejarah tercatat pada media masa khusus Olahraga, yang di terbitkan oleh Otto Iskadar Dinata tahun 1937, pendukung Persib sudah berada dan hadir untuk menunjukkan sumbangan dan semangatnya ketika Persib Bandung bertanding di Lapangan Tegalega dan Ciroyom, Bandung. Tidak hanya dalam sabung home, tercatat juga pada tahun tersebut, yaitu pendukung Persib sudah menerangkan loyalitasnya untuk menyaksikan pribadi ketika Persib Bandung bertandang melawan Persis Solo yang digelar di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah.

Seiring loyalitas, fanatisme dan perkembangan baik prestasi klub, peran pendukung Persib mulai muncul dan selalu menunjukkan perubahan positif bagi klub tersebut, begitupun dengan nama julukan Bobotoh yang mulai populer di tamat tahun 80'an, ketika itulah banyak tokoh-tokoh atau artis yang selalu melontarkan "Ngabobotohan Persib ka Senayan (Stadion Gelora Bung Karno)" dari nama tersebut pendukung Persib mempunyai julukan, begitupun dengan media cetak lokal atau nasional yang mulai mempopulerkan nama Bobotoh sebagai sebutan untuk pendukung klub Persib Bandung yang terkenal fanatismenya.

Modern Era
Bobotoh ialah sub-kultur kelompok-kelompok pendukung Persib. Sejak pertama Liga Indonesia 1994/1995 berubah dari era Perserikatan menjadi Liga Indonesia, Bobotoh mulai banyak membentuk suatu perkumpulan atau komunitas, antara lain Balad Persib, ABCD, Stone Lovers, Jurig Persib, Viking Persib Club, Dll. Jika dahulu Bobotoh datang ke stadion tanpa perbedaan atribut dan satu Bobotoh, sekarang banyak perkelompokan yang hadir berada dalam area tribun stadion. Jika secaea global yang di maksud Bobotoh adalah, misalnya : anggota Viking ialah Bobotoh tetapi Bobotoh (individual) belum tentu anggota Viking.

Viking Persib Club (VPC)
VPC atau Viking sudah ada sebelum organisasi atau kelompok suporter klub lain di indonesia menjamur di tamat tahun 90'an, Kelompok pendukung resmi Persib terbesar ini sudah mendeklarasika diri pada 17 Juli 1933.

The Bomber (Bobotoh Maung Bandung Bersatu)
Bomber Persib ialah kelompok pendukung Persib yang berada di tribun selatan, semenjak tahun 1997 Bomber mulai di rintis dari perkumpulan kecil pendukung Persib dan ikut berafiliasi, kemudian mendeklarasikan Bomber di Hotel Santika Bandung, 03 Agustus 2001.

Flowers City Casuals (FCC)
FCC ialah kelompok garis keras di Indonesia, berawal dari tiga orang pendukung Persib yang sangat menyukai budaya inggris dan klub lokal yang mereka suka, pada tahun 2005 mereka bentuk kelompok FCC dengan penampilan Casual dan berpakaian brand terkenal eropa, kelompok ini tidak memiliki struktur organisasi dan keanggotaan formal.

La Curva Pasundan (LCP)
LCP ialah kelompok suporter garis keras di Indonesia, mereka selalu berpenampilan berwarna hitam, membawa giant flag besar dan nyanyian yang menggema selama 45x2 menit, awal kemunculan LCP ialah sekitar tahun 2012/2013

Tokoh Inspirations
Bernama asli Ayi Suparman ialah seorang pendiri dan petinggi Viking Persib Club, yang di angkat oleh banyak kalangan Bobotoh sebagai Panglima Viking Persib Club, tidak heran memang sosoknya yang begitu di segani oleh Bobotoh ataupun suporter rival, Ayi Beutik rela melaksanakan apa saja bahkan tindakan anarkis dilakukan demi sebuah harga diri klub kebangaannya. Selama hidupnya Ayi Beutik belum pernah membeli tiket dalam pertandingan sepkabola, selalu ada cara yang dilakukannya, misalnya memanjat tembok.

Pria kelahiran 1968 yang memiliki hobi menonton sepakbola, musik dan memanjat tebing dan merupakan  lulusan Jurusan Geodesi, Institut Teknologi Bandung (ITB), sesuai dengan background keilmuannya, ia bekerja di sebuah perusahaan Konsultan Asing sebagai bab pemetaan. Oleh karena itu tidak heran jikalau Ayi Beutik sangat mengenal tempat di Indonesia.

Ayi Beutik seorang Bobotoh yang sangat mencintai Persib Bandung, ia rela ditahan untuk membela perlakuan anggotanya yang melebihi batas sehingga terjadi tindakan kriminal yang merugikan orang lain, oleh karena itulah ia mendapat julukan sebagai Panglima dalam arti, sebagai bapak dari para Bobotoh. Berada dalam stadion Ayi Beutik sangat kuat bagi kalangan Bobotoh selalu ada teriakan teriakan yang membuat suasana stadion semakin hidup.

Tradition
Bobotoh ialah culture yang tak pernah mati dari generasi ke generasi, dan sudah menjadi kewajiban bagi masyarakat Jawa Barat khususnya Kota Bandung, utuk mendukung Persib Bandung. Sejak jaman dahulu Bobtoh ialah suporter yang mewariskan tradisi turun temurun dari oran renta ke anak cucunya, tidak heran bahkan seorang (tokoh bobotoh) Alm. Ayi Beutik yaitu Panglima kelompok Viking Persib Club (VPC) menunjukkan kedua nama anaknya yang khas Persib yaitu Jayalah Persibku dan Usab Perning, dengan maksud sebagai doa untuk Persib yang memang ketika waktu Jayalah Persibku lahir prestasi Persib hampir terdegradasi. Tidak hanya itu mereka juga dikenal nekat, mereka rela menjual barang dan meninggalkan pekerjaannya demi sebuah klub kebanggaanya, dan memerikan dukungannya dikala Persib bertanding di home atau away , apapun mereka lalukan baik itu berangkat  menggunakan kendaraan roda dua atau empat, kereta api, bahkan pesawat terbang dan kapal laut. Masih banyak lagi  kebiasaan yang di lakukan dari kelompok-kelompok pendukung Persib lainnya.

Bobotoh in Action (Protes, Kerusuhan, Awaydays, Terror, Fightin)
18 Januari 2006, Pada sabung home dua pertandingan kalah berturut turut, membuat Persib diguncang people power. Sebelumnya di sabung perdana sudah beredar bahaya dari Bobotoh dan kekalahan kedua kesudahannya secara spontan membuat agresi demo. Ribuan Bobotoh, sesudah pertandingan Persib vs Persijap, menghadang kepulangan bus Persib dengan memblokade pintu keluar. Salah satu tokoh dari Bobotoh yaitu panglima Ayi Beutik (Viking Persib Club) dari tribun timur turun mengajak gerakan masa dari Bobotoh, dan kesudahannya Bobotoh semakin banyak dan mengepung area VIP Stadion Silliwangi. Bobotoh yang di pimpin Ayi Beutik mulai meneriakan yel yel `Risnandar Mundur!` dan hujatan lainnya, Ayi Beutik angkat bicara dan menuntut semoga pelatih Risnandar mundur sebagai jabatannya, manajer tim Persib Yosi Irianto dikala itu meminta perwakilan dari Bobotoh untuk memberikan aspirasinya, namun mereka tidak puas dan masih akan tetap   

disana sebelum pelatih dan asistennya di ganti. Namun kesudahannya Bobotoh menyerah tapi dengan catatan, jikalau perubahan tersebut tidak terjadi mereka akan menggelar demo besar besaran, dan hasilnya perubahan itu terjadi. Pelatih Risnandar mundur dari jabatannya dan hanya mewakili dua pertandingan saja. Pengantinya Arcaan Lurie pribadi menunjukkan kemenangan penting dikala Persib tandang ke Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Banyaknya Bobotoh yang tour ke Yogyakarta dikala itu menjadi salah satu tour yang paling heroik. Bukan karena rivalitas suporter kedua kesebelasan, namun ketika kota Yogyakarta begitu banyak Bobotoh (malam harinya jalanan malioboro di penuhi orang-orang berkaos Persib), yang memang begitu menanti kemenangan pertama. Teristimewa dari rangkaian kejadian itu, justru kekerabatan antara Ayi Beutik dan Risnandar yang tetap erat dan tetap hangat. Candaan-candaan terlontar setiap kali dua sobat dengan peran berbeda untuk Persib ini bertemu. 

Record (The Biggest Awaydays in GBK Stadium) 
Bobotoh pernah menciptakan rekor jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah sepak bola indonesia ketika memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada final Perserikatan 1985. Menurut dokumen majalah Tempo, kala itu sebanyak 150 ribu penonton hadir di SUGBK dan secara umum dikuasai diantaranya ialah pendukung Persib, bahkan pertandingan tersebut tercatat di AFC sebagai pertandingan amatir terbesar dan paling banyak di tonton di dunia.Pada Liga Indonesia pertama Bobotoh menciptakan rekor penonton terbesar sepanjang era sepak bola profesional indonesia, kejadian itu terjadi pada tahun 1995 dikala final Liga Indonesia Persib Bandung bertemu Petrokimia di SUGBK, total sekitar 120 ribu penonton hadir memenuhi stadion terbesar di Indonesia tersebut. 

Media
Bobotoh juga mempunyai stasiun radio dengan nama 96.4 Bobotoh FM yang di luncurkan 16 Juni 2011. Radio ini merupakan radio suporter pertama di Asia. Bobotoh FM dalam operasionalnya menggunakan tekhnologi Broadcasting terkini dan dapat di kanal di seluruh dunia melalui internet dan Dynamic Streaming di bobotohfm.com, Para pendengar Bobotoh FM di seluruh dunia dapat saling berinteraksi secara maksimal baik secara telepon, seluler, internet, bahkan off air Bobotoh FM merupakan partner dari Cafe Persib sebagai media komunikasi dengan Bobotoh. Nama Bobotoh FM di pilih karena memiliki nilai filosopi berbasis Local Spesific Contcent yang dapat di angkat secara global.

Song for Persib and Persib Athem
Kota Bandung terkenal paling kreatif di Indonesia, banyak musisi tokoh/artis yang lahir di Bandung, pada pertengahan tahun 80-an musisi asal Bandung menunjukkan karyanya sebuah penghormatan terhadap Persib. Mulai pada tahun 1985-86 musisi legendaris asal Bandung membawakan lagu `Kami Cinta Persib` karya Dion Hutabarat, lagu tersebut sangat populer dan selalu di putar awal dan jeda pertandingan di Stadion Silliwangi. Setelah itu muncul beberapa musisi lainnya, menyerupai Bimbo yang membawakan lagu Jayalah Persibku dan yang fenomenal ialah seniman besar Kang Ibing yang membawakan lagu Maung Bandung, dari lagu itulah Persib mempunyai julukan gres selain Pangeran Biru.Pada tahun 2002, Viking Persib sebuah organisasi dari Bobotoh membuat gerakan dengan membuat album kompilasi untuk Persib, beberapa band besar menyerupai Koil, Harapan Jaya turut menyumbangkanaryanya, sementara Pas Band juga menyumbangkan karyanya yang sebelumnya pernah di muat di album mereka sendiri, di album pertama ini cenderung banyak mengandalkan jenis musik keras dan mengkremasi semangat selerea anak muda dikala itu.Beberapa tahun kemudian Viking merilis kembali album Viking Compilation Jilid 2, dalam album ini banyak varian jenis musik yang beragam, seniman besarpun turut berperan menyerupai Mocca yang mewakili jenis musik anak muda dan seniman legendaris Sunda menyerupai Kang Ibing dan Doel Sumbang.Di luar album kompilasi Viking, masih banyak musisi lain yang membuat lagu wacana Persib, baik yang di sisipkan di album mereka atau yang di rilis secara single. Berikut  beberapa musisi/band yang membuat lagu wacana Persib :Kuburan Band - We Will Stay Behind You, Pas Band - Aing Pendukung Persib, Andi /Rif - Viva Persib, Seurius - Sihung Maung Bandung, Pascodex - Persib Juara 

Viking and Bonek Relationship
 Hubungan persahabatan antara Viking dan Bonek suporter Persebaya, di mulai pada tahun 2003. Ketika itu ada ikrar suporter bersatu dikala gelaran Play-off Liga Indonesia di Solo. Persib di perbolehkan bermain, tetapi dengan syarat harus ada ikrar suporter untuk bedsatu, ikrar tersebut di ikuti oleh Viking, Pasoepati, La Mania dan Brajamusti. Ketika itu Viking berjalan jalan di kota Solo, mereka di dampingi oleh Bonek, di dikala itu kedua kelompok suporter tersebut akrab, kejadian di pertandingan Persib melawan Perseden membuat kekerabatan Viking dan Bonek semakin erat, Viking yang di dampingi oleh Bonek dan suporter Perseden di bantu oleh Pasoepati.Dari situlah kekerabatan Viking dan Bonek selalu erat, ketik Bonek datang ke kota Bandung mereka selalu di jemput menunjukkan penginapan dan makan gratis, begitupun sebaliknya. Persahabatan tersebut bahkan di abadikan melalui lagu dengan jargon Viking Bonek Satu Hati. Ketika Persib bermain di Jawa Timur, Bonek selalu mendampingi dan turut mendukung dikala berada di stadion, sebaliknya jikalau Bonek datang ke Jawa Barat. Rasa senasib juga sama yang di alami kedua kelompok tersebut, mereka sering di jadikan materi Media sebagai headline utama gosip kerusuhan. 

Viking and Jakmania Rivalries
Perseteruan antara Bobotoh Persib dan Jackmania sudah berlangsung semenjak tahun 2000, sempurna disaat Liga Indonesia 6 berlangsung. Pada putaran pertama pertandingan, terdapat sekitar 6 buah bis suporter Persib datang ke Lebak Bulus yang masuk ke Tribun Timur. Saat itu bobotoh Persib yang bertandang terdiri dari beberapa komunitas, menyerupai : Balad Persib, Jurig, Stone Lovers, ABCD, Viking, dan lain-lain. Pada masa itu komunitas yang paling banyak anggotanya ialah Balad Persib. Meskipun situasi dikala itu terbilang cukup panas dan hampir terjadi bentrokan dengan Jackmania, namun kesudahannya mampu diredam. Bahkan antara bobotoh Persib dan Jackmania saling berjabat tangan.Usai pertandingan, rombongan bobotoh Persib didampingi Jackmania menuju bus sambil tolong-menolong menyanyikan lagu “Halo Halo Bandung”.Pembicaraan kedua perwakilan suporter berlangsung lancar lantaran salah seorang Pengurus Jackmania yang berjulukan Erwan rajin ke Bandung. Kebetulan Erwan punya usaha membuat kaos dan memesannya di Bandung. Hubungan Erwan dengan Ayi Beutik sangat dekat sekali. Bahkan kabarnya Erwan yang dikala itu masih membujang tertarik dengan adik perempuan Ayi Beutik. Oleh karena kedekatan keduanya itulah, maka Ayi sebagai Panglima Viking sempat erat dengan Jackmania. Pada dikala itu Jackmania bermaksud hadir ke Bandung ketika tejadi partai tandang antara Persib dan Persija, namun tanpa ada kordinasi dengan pihak Viking untuk mempersiapkan kehadiran tamu yang tak di undang tersebut, sedangkan Jackmania sudah membentuk kepanitiaan dan mengurus Sekretaris Umum dan Bendahara Umum sebelumnya, yang dikala itu dijabat oleh Faisal dan Danang. Mereka berdua bertugas membahas problem tiket sampai tribun Jackmania.Kabar tersebut ternyata gres terdengar oleh para Bobotoh, bhawa Jakmania akan hadir, setelah mendengar gosip tersebut secara mendadak, para bobotoh pribadi rapat dibawah pimpinan sang Panglima Viking, Ayi Beutik. Pada dikala itu para bobotoh mempertanyakan tindakan apa yang harus diambil oleh mereka ketika para Jackmania datang. Pada dikala itu Ayi Beutik mengatakan semoga para bobotoh memperingatkan Jackmania semoga jangan macam-macam (bikin ulah). Kalau bikin ulah, pukul saja. namun kata kata tersebut di salah artikan oleh Bobotoh yang lain.Kronologis menyerupai ini. Saat pelaksanaan, ternyata Jackmania yang datang cukup banyak. Dalam pembicaraan semula, jumlah Jackmania yang akan hadir sudah di tentukan, namun kenyataannya berubah menjadi lebih dari jumlah tersebut, tidak heran karena mendapat dana support atau gratis dari Sutiyoso. Tentu saja hal ini membuat panitia Jackmania yang belum berpengalaman mengkoordinasikan anggotanya untuk nonton tandang menjadi kewalahan. Akibatnya jam keberangkatan mereka pun sempat tertunda dan gres mampu berangkat ke Bandung jam 12 siang.Saat itu rombongan Jackmania terpecah menjadi 3 rombongan. Bis pertama berangkat terlebih dahulu karena mau ganti ban, lalu disusul rombongan kedua berjumlah 4 bis dan rombongan terakhir juga memakai beberapa bis tambahan. Panitia masih ragu apakah semua Jackmania akan mendapatkan tiket, karena sesuai dengan janji awal.Bis pertama datang lebih dulu di Stadion Siliwangi. Kedatangan Jackmania disambut baik oleh Viking dan pribadi mempersilahkan mereka masuk ke stadion. Padahal waktu itu mereka belum membawa tiket. Sementara itu diluar stadion bahkan di dalam, bobotoh persib yang hadir semakin banyak dan mendesak tertahan. Sebagian oknum bobotoh tidak suka dengan gaya mereka sembrono, mendatangi Jackmania dengan prilaku yang kurang simpatik. Mereka malah pribadi memukul anggota Jackmania sampai berdarah. Setelah kejadian tersebut, suasana kesudahannya menjadi kacau. Ayi sangat menyesalkan kejadian ini yang kesudahannya menyeret kedua suporter ke dalam perseteruan yang berkepanjangan.Melihat situasi yang kurang kondusif di dalam dan luar stadion, Viking meminta semoga rombongan Jackmania yang sudah terlanjur masuk ke dalam stadion untuk keluar dulu, sambil menunggu rombongan Jackmania lainnya. Mereka menuruti kemauan Viking. Namun di luar stadion suasana semakin tidak kondusif.Situasi di Stadion Siliwangi dikala itu semakin panas. Guna meredam situasi, rombongan Jakmania kembali diungsikan menjauh dari stadion. Perwakilan Viking berinisiatif mengajak rombongan pertama Jackmania tersebut semoga bergabung dengan rombongan lainnya yang lebih banyak jumlahnya, sambil meminta maaf terhadap kejadian tersebut. Namun mereka marah dan tidak mampu mendapatkan perlakuan bobotoh Persib terhadap rekan mereka. Bahkan untuk berjabat tangan pun mereka tidak mau menerimanya.Akibat kejadian pemukulan yang dilakukan oknum bobotoh Persib, Jackmania mengurungkan niatnya menonton pertandingan sabung tandang tim kesayangannya dan bermaksud kembali ke Jakarta. Saat rombongan mereka akan keluar Stadion Siliwangi, terjadi lagi serangan yang dilakukan sebagian oknum Bobotoh Persib yang berada di luar stadion. Keributan pun sempat terjadi yang menyulut api dendam yang berkepanjangan.Sejak kejadian tersebut mengakibatkan luka di kedua suporter terswbut terutama Jackmania, Mereka tampaknya merasa dendam terhadap perlakuan anggota Viking. Ketika rombongan bobotoh ke Jakarta untuk menonton pertandingan PSSI melawan Irak, giliran bobotoh yang dipukulin Jackmania. Perselisihan pun kesudahannya semakin tajam diantara kedua suporter.Puncak kejadian berikutnya ialah agresi balas dendam yang dilakukan Jackmania terhadap Viking. Kejadiannya bermula dikala ada program “Kuis Siapa Berani” di Stasiun TV Indosiar. Saat itu kedua kubu diundang untuk mengisi program tersebut. Pada dikala program berlangsung, bahwasanya berlangsung sukses dan tidak terjadi apa-apa. Kebetulan program tersebut dimenangkan oleh Viking.Entah bagaimana asal muasal, anggota Jackmania mendatangi anggota Viking mereka pribadi memukulinya, dan mengakibatkan keributan.Dalam waktu singkat banyak suporter Jackmania yang datang ke lokasi kejadian. Mereka bermaksud menyerang para bobotoh. Suasana semakin tidak terkendali yang membuat Polisi kesudahannya mengungsikan rombongan Viking.Apa yang sudah dilakukan pegawanegeri keamanan ternyata sia-sia. Ketika rombongan Viking bermaksud kembali ke Bandung, terjadilah penghadangan oleh Jackmania di pintu tol Kebun Jeruk. Perkelahian tidak seimbang tidak mampu terelakkan lagi, antara rombongan Viking yang sedikit dengan rombongan Jackmania yang berjumlah banyak. Tak ayal lagi Viking menjadi bulan-bulanan Jackmania.Sejak kejadian tersebut nama Jackmania tercoreng. Media menuding Jackmania tidak mendapatkan kekalahan mereka sehingga menyerang Viking. Masyarakat Bandung pun ramai-ramai ikut menghujat yang membuat perseteruan semakin kental. Kedua kubu semakin menanamkan kebencian terhadap lawannya kepada anggota gres komunitas mereka. Misalnya dengan membuat kaos dan lagu yang bersifat menghujat.


Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id

Daftar Lagu Persib dan Anthem

Kota Bandung terkenal sebagai kota paling kreatif di Indonesia. Banyak artis dan musisi yang lahir di kota kembang. Sebagai warga Bandung rasanya tidak pantas atau lebih tepatnya sangat tidak pantas bila tidak mencintai dan memiliki pujian terhadap PERSIB Bandung. Maka mulai di pertengahan periode tahun 1980-an beberapa musisi yang menunjukkan karyanya untuk penghormatan terhadap Persib Bandung.

Dimulai pada periode tahun 1985/1986, ketika Persib merajai perserikatan, musisi legendaris Indonesia asal Bandung, Farid Harja membawakan lagu “Kami Cinta Persib” karya Dion Hutabarat. Saat itu lagu itu begitu populer dan mampu dikatakan sebagai lagu wajib bagi Bobotoh. Bagi mereka yang sering menonton PERSIB eksklusif ke stadion Siliwangi pasti akan hafal lagu tersebut alasannya ialah selalu diputar setiap awal dan jeda pertandingan.

Setelah itu beberapa musisi lainnya ikut menyusul, ibarat Bimbo yang membawakan lagu “Jayalah Persibku”, dan yang paling fenomenal tentu saja seniman besar Kang Ibing yang membawakan lagu dengan judul “Maung Bandung”. Dari lagu itulah, akibatnya PERSIB memiliki julukan baru, selain Pangeran Biru.

Di tahun 2002, Viking sebagai organisasi Bobotoh paling loyal membuat gebrakan dengan membuat album kompilasi untuk Persib. Karena ini, mampu jadi Persib merupakan tim pertama di Indonesia yang memiliki sebuah tribute album. Beberapa band besar ibarat Koil, dan Harapan Jaya ikut serta menyumbang karyanya, sementara Pas Band turut memasukan sebuah lagu yang sebelumnya pernah dimuat dalam album mereka sendiri. Mungkin dikarenakan anggota Viking didominasi oleh anak muda, maka album pertama banyak mengandalkan jenis musik yang cenderung keras dan aben semangat sesuai selera anak muda ketika itu.

Sukses album pertama, Viking merilis kembali kompilasi volume 2 beberapa tahun kemudian kali ini dengan varian musik yang lebih beragam. Lagi-lagi band kenamaan tanah air ikut berperan serta ibarat Mocca yang mewakili jenis musik anak muda dan seniman legendaris Sunda ibarat Kang Ibing dan Doel Sumbang. Di luar album kompilasi Viking, masih banyak musisi yang membuat lagu Persib baik yang disisipkan ke dalam album mereka maupun yang dirilis secara single. Andy /Rif dan Lukman Peterpan di Stadion Siliwangi Berikut ini ialah musisi maupun band yang pernah membuat lagu untuk Persib Bandung.

Altibi & Nasrulaziez – Untukmu Persib
Anak Mamih – Persib Menang
Andy Rif – Viva PersibApel – Persib Harus Juara
Arabian Peanuts – Kumaha Aing
Bedax Sari Pohacy – Penonton Persib
Bionic Kangaroo – Fight Song for The Blue’s
Bimbo – Jayalah Persibku
Bocah Riot – Persib
Borobotz – Teriak Gosip eh Persib
Boys Are Toys – Bersorak
Budi Abuy Time Bomb Blues – Persib Hebat
Caresent – Haru Biru
Cherry Bombshell – Biru Hatiku
Connie Dio – Persib Nu Aing
Dislaw – No.1
DJ Band – Persib
Doel Sumbang – Persib
Ebiet BeatA – Persib Aing, Aing Pisan
Es Gondrong – Kumaha Aing
Etu Primandhika – Persib Aing
Farid Harja – Kami Cinta Persib
Fifty Jail – Persib
Forgotten – Setan Holligan
F.O.E – Di Atas Satu Biru (Persibku)
Harapan Jaya – Persib
Harapan Jaya – Punggawa Keukeuh
Jeruji – Wasit Goblog
Kampunkan – Betul Ngga Sih?
Kang Ibing – Hariring Persib (feat. Ansembel Gamelan Kyai Fatahillah)
Kang Ibing – Jung Maju Maung Bandung
Kawalat – Holligan Persib
Kloppas – Persib
Koil – Untuk Kemenangan Kami
Koin – Persib Tak Pernah Mati (feat. Oni SOS)
Kremlin – Arti Persib
Kuburan – We Are Stay Behind You
Kungpow Chickens – Ngimpi Kaprikornus Juara
Kungpow Chickens – Tribute To Bandung
Middle Finger – Bobotoh Persib
Mobil Derek – Persib Nu Aing
Mocca – Mars Persib
Momonon – Lupakan Cinta Demi Persib
Mukemen feat 213 – Gol Persib
Mukemen feat 213 – Persib Pantang Mundur
Noin Bullet – Ga Usah Rusuh
Ohank – Bobotoh Sejati
Ohank – Persib euy Persib
Ontohood - Bobotoh Gerot
Pas Band – Aing Pendukung Persib
Pascodex - Persib Juara
PHB – Maung Lautan Api
Pluto – Persib Nama Kami
Prepal Band – Semangat Pangeran Biru
Purpose – Persib Koe Yang Biroe
Raikanji – Persib Aing
Red P.O.M – Persib
Q-Rend – We Love You Persib
Rentenir – Viva La Persib
Rock n’ Roll Mafia – Terinjeksi Biru
Rockster Midlans – Persib Ulah Pundung
Rude Boyz Mafia – Pangeran Tanah Pasundan
Sabisana – Bandung Boga Persib
Saratus Persen – Persib Anu Aku
Savor of Filth – Serang Lawan Taklukan
Scum – Persib Bandung
Sendal Jepit – Jangan Rusak Kotaku
Seurieus – Sihung Maung Bandung
Simple People – Persib Atuh Sok Akh
Sophie is Bandits – Persib
Stater X – Persib Bandung
Tahtra & All People D21 – Persib
Tataloe – Pangeran Bulao
TF’s – Bangkit Persibku
The EDS – Persib Nama Kami
The Duke – Sampai Tua Persib Selalu Di Hati
The Jokes – Kau Tak Pernah Sendiri
The Markus – Kidung Persib
The Milo – Langit Seharusnya Persib
Turtles Jr – Dari Bandung, Untuk Persib
Uwie – Persib
Virus - Persib Atoe Mati
We are Say`s Hello - Go Persib Go Persib Go

Masih ada banyak lagi lagu bertemakan Persib, silahkan yang mau di tambahkan?














Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id

The Biggest Football Supporters in Indonesia

Bobotoh - Persib Bandung

Bobotoh is a term for supporters of Persib not supporters fans club organitation. The name is derived from the Sundanese, which means those who encourage or build excitement for others. In bobotoh there are some groups of supporters such as Viking Persib Club, The Bomber (Bobotoh Maung Bandung Bersatu), Ultras Persib, Fowers City Casuals. They are known for its fanaticism, Persib matches wherever they are certainly always there.

Bonek - Persebaya Surabaya

Bonek terms, acronyms Java language of Bondho Nekat (reckless capital), usually addressed to a group of supporters or supporters of teams Persebaya, although no official name of the group that is supporting these teams Surabaya Supporters Foundation (YSS). They travel along with the team on most away games.

Aremania - Arema Cronous

Aremania is a supporter of the soccer club in Indonesia Super League and one of the largest supporters club dedicated to Arema Indonesia. Throughout the season, They travel along with the team on most away games.

The Jakmania - Persija Jakarta

The Jakmania is a support group / supporters soccerteam Persija Jakarta Indonesia, established in League IV, tepatnya19 Desember1997. The Jakmania are among the biggest supporters in Indonesia.


Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id

Sejarah Lady Vikers (Viking Girls) Pelopor Suporter Wanita di Indonesia

Lady Vikers ialah adalah salah satu kelompok suporter wanita pendukung fanatik Persib. Dilihat dari namanya, terperinci berkaitan dengan Viking. Ladies Vikers yang dibentuk semenjak 1993 itu kini dikelola oleh generasi kedua semenjak tahun 2001. Bahkan pengukuhan Lady Vikers/Viking Girls dilakukan oleh sekjen PSSI, Tri Goestoro. Pada program yang di gelar oleh Asosiasi Supporter Seluruh Indonesia (ASSI). Ketua ASSI sendiri kala itu masih di jabat oleh Sigit Nugroho.

Awalnya keberadaan kaum hawa dalam mendukung Persib Bandung masih bersifat individual, setelah jumlahnya lumayan banyak di bentuklah Lady Vikers, namun ketika itu keberadaannya belum terorganisir dengan baik, manajemen keangotaan belum ada. Namun keberadaan Lady Vikers  telah mendapat legalisasi dari para anggota Viking lainnya. Bahkan Lady Vikers telah mencetak sejarah sebagai suporter wanita pertama atau penggagas suporter wanita di indonesia.

Selain datang ke stadion, mereka juga kerap kumpul bermain sepak bola di lapangan futsal. Anggota termuda berusia 5 tahun dan tertua kini berumur 50-an tahun yang disebut gerombolan Bobotoh Kolot (tua). Saat berada di stadion Bobotoh kaum hawa ini dijaga para bobotoh lelaki biar tidak diganggu dan lainnya.

Lady Vikers merupakan bab tak terpisahkan dari Viking atau Viking Persib Club. Sejarah berdirinya Lady Vikers lumayan panjang. Jauh sebelumnya sebagian kaum hawa ternyata ada yang telah terlibat eksklusif dalam hiruk pikuknya pendukung Persib.

Para mojang ini memperlihatkan pinjaman untuk Persib bukan hanya di sangkar atau di Stadion Silliwangi. Mereka bisa mengambarkan cintanya dengan mendukung Persib sampai keluar kandang. Bahkan mereka pun terlibat eksklusif dengan gesekan-gesekan fisik yang biasa terjadi dalam perseturuan dengan suporter lain.

Sebagian kaum hawa tersebut menjadi cikal bakal berdirinya Lady Vikers. Renni Hermansyah, ketua I Lady Vikers mengatakan bahwa dulu sebelum berkeluarga ia sering kali terlibat eksklusif dalam kerasnya atmosfir suporter. Kejadian yang tidak akan pernah dilupakannya pada  tahun 2001, ketika itu pendukung Persib gres memenangi program Kuis Siapa Berani antar suporter di stasiun televise swasta Indosiar. Usai penyerahan hadiah terjadi baku hantam antara Viking dan Jakmania. Kedua pendukung salinglempar dingklik dan botol. Selapas dari pengawalan polisi di Tol, Jakmania masuk ke tol dan menghadang tiga kendaraan beroda empat pembawa Viking. Satu kendaraan beroda empat tak dapat lolos dan menjadi bulan-bulanan Jakmania. Akibatnya 13 orang terluka, termasuk Sembilan orang luka berat. Hadian kuis Rp 3 juta ikut amblas diambil Jakmania

Bobotoh kaum hawa ini tidak hanya Lady Vikers saja sebetulnya masih ada organisasi gres Bobotoh kaum hawa menyerupai Blue Flowers, Bobotoh Unyu Unyu, Maung Geulis dan lainnya.

Berikut salah satu Lady Vikers menceritakan pengalamannya ketika menonton di luar kandang  https://www.youtube.com/watch?v=BoabLIRTRWY

Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id

Sejarah Suporter Sepakbola di Indonesia

Bobotoh

Bobotoh yaitu sebutan untuk pendukungklub sepak bola Persib Bandung. Nama ini berasal dari bahasa Sunda yang berarti `orang-orang yang mendorong atau membangun semangat bagi orang lain`. Bobotoh atau pendukung Persib sudah ada semenjak jaman Perserikatan, sebelum pendukung klub lain berada Bobotoh sudah eksis di Majalah Olah Raga, media massa khusus olahraga yang diterbitkan Otto Iskandar Dinata pada 1937, sudah memberitakan eksistensi Bobotoh yang hadir mendukung Persib ketika bermain di daerah Tegalega dan Ciroyom. Nama Bobotoh mulai terkenal pada tamat 1989/1990 ketika itu banyak tokoh/artis yang menyebut "Ngabobotohan Persib ka Senayan" lalu istilah tersebut populer, kemudian nama Bobotoh dikenal sebagai identitas pendukung Persib dan di populerkan oleh media-media Lokal maupun Nasional. Salah satu verbal Bobotoh yang tidak pernah berubah yaitu kekecewaan mereka terhadap wasitsaat final Persib melawan PSMS pada Perserikatan 1985. Bobotoh merasa pemain Persib dicurangi oleh wasit Djaffar Umar, kekecewaan tersebut kemudian bermetamorfosis verbal atau frasa"Wasit Goblog", yang dilontarkan Bobotoh ketika Persib di curangi oleh wasit.

Pada final tersebut Bobotoh juga menciptakan rekor jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah sepak bola indonesia ketika memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Menurut dokumen majalah Tempo, kala itu sebanyak 150 ribu penonton hadir di SUGBK dan dominan diantaranya yaitu pendukung Persib, bahkan pertandingan tersebut tercatat di AFC sebagai pertandingan amatir terbesar. Seiring berkembangnya jaman pada Liga Indonesia ketika ini, Bobotoh kemudian banyak mengorganisasikan diri ke dalam sebuah kelompok pendukung Persib diantaranya Viking Persib Club, The Bomber (Bobotoh Maung Bandung Bersatu), The Bombs, Flowers City Casuals, Bobotoh Singapore dan Bobotoh Oriental. Dari beberapa kelompok tersebut yang paling terkenal dan terbesar anggotanya yaitu Viking Persib Club dan The Bomber. Secara tradisional Bobotoh yaitu pendukung yang mewariskan tradisi turun temurun khususnya bagi orang Bandung sendiri, bahkan salah satu tokoh Bobotoh yaitu Ayi Beutik (alm) menunjukkan kedua nama anaknya dengan yaitu berjulukan Jayalah Persibku dan Usab Berning (sebutan persib periode 80-an), tidak hanya itu sebenarnya, dahulu Bobotoh jikalau Persib bermain di Stadion Silliwangi atau ketika final yang di gelar di Stadion Senayan Jakarta, Bobotoh rela menjual barang, meninggalkan pekerjaannya atau mencari tumpangan kendaraan demi mendukung Persib.


Bonek

Istilah Bonek, kependekan bahasa Jawa dar iBondho Neka t(modal nekat), biasanya ditujukan kepada sekelompok pendukung atau suporter kesebelasanPersebaya 1927. Meskipun Yayasan Suporter Surabaya (YSS). Nama Bonek pertama kali dimunculkan oleh Harian PagiJawa Postahun1989 untuk menggambarkan fenomena suporterPersebaya 1927 yang berbondong-bondong ke Jakarta dalam jumlah besar. Secara tradisional, Bonek yaitu suporter pertama di Indonesia yang menggambarkan fenomenaaway supporters (pendukung sepak bola yang mengiringi tim pujannya bertanding ke kota lain) ibarat di Eropa, ketika dulu memang belum ada suporter yang away dengan sangat terorganisir ibarat Bonek. Dalam perkembangannya, ternyataaway supportersjuga diiringi agresi perkelahian dengan suporter tim lawan. Tidak ada yang tahu asal-usul, Bonek menjadiradikaldananarkis. Jika mengacutahun 1988, ketika 25 ribu Bonek berangkat dari Surabaya ke Jakarta untuk menonton finalPersebaya 1927-Persija, tidak ada kerusuhan apapun. Bonek juga memiliki relasi yang sangat baik dengan Viking Persib Club supporter klub Persib Bandung. 


Perilaku bonek bekerjsama warisan bebuyutan yang berlangsung cukup lama. Perilaku ini bermigrasi dari masyarakat yang hidup di pinggiran sungai Brantas yang membentang dari Kediri hingga Surabaya.
Bentangan wilayah inilah yang kemudian dikenal sebagai ekologi budaya Arek. Cakupan wilayahnya membentang dari pesisir utara di Surabaya hingga ke daerah pedalaman selatan, daerah Malang. Wilayah ini tergolong paling pesat perkembangan ekonominya, 49 persen kegiatan ekonomi Jatim ada di sini. Tak heran bila arus migrasi dari wilayah lain banyak masuk ke tempat ini.
Bentangan ini kemudian oleh budayawan Ayu Sutarto disebut salah satu sub kultur yang ada di Jawa Timur, yaitu subkultur Arek. Arek sebagai salah satu kekayaan kultur Jawa Timur memiliki karakteristik yang keras khas pesisiran.
Karakter keras tersebut pun lebih pada sikap pantang menyerah, ngeyel, dan keteguhan mempertahankan pendapat serta prinsip sebagai wujud penghargaan tertinggi mereka terhadap harga diri.


Pusamania

Pusamania adalah nama julukan untuk para pendukung kesebelasanPersisam Putra Samarindayang bermarkas di Kota Samarinda,Kalimantan Timur,Indonesia. Warna pujian Pusamania adalahjingga. terbentuknya Pusamania dan SSB PUSAM mendapat perlindungan penuh dari para petinggi Sepak Bola Kaltim, diantaranya H Harbiansyah H (Ketua Umum Putra Samarinda), (Alm) Lamtana (Sekum Pengda PSSi Kaltim), Bp. H.A.Waris Husain(Wali kota Samarindawaktu itu). Bagi mereka berdirinya Pusamania dan SSB PUSAM yaitu sesuatu hal yang gres di Samarinda dan diperlukan menunjukkan terobosan gres bagi peningkatan prestasi persepak bolaan di Samarinda. DiStadion Segiritiap sore selalu ramai masyarakat yang menonton tim Putra Samarinda (PUSAM) latihan, dalam kumpulan itu ada satu komunitas yang paling fanatic dalam mendukung team PUSAM, diantaranya yaitu Tommy Ermanto, Gusti Faisal, H Andang, Adi Karya SE, Misnadi alias Budi, H Iskandar, (Alm) Ramli, SH (Dosen Untag), Syaiful Anwar. inilah nama-nama pentolan dari berdirinya Pusamania.Ide lahirnyaPusamania disampaikan pada masyarakat terutama komunitas fanatik Samarinda dan responnya sangat luar biasa alasannya yaitu hal inilah yag selama ini mereka tunggu untuk membuktikan jati diri sebagai supporter Samarinda, tanpa di komando lagi semuafootball lover Samarinda bergabung lebur dalam badan Pusamania.Sebagai organisasi yang gres berdiri perlu seorang pemimpin yang berpengalaman untuk menakhodai Pusamania, Saat itu didaulat Adi Karya SE sebagai ketua dan wakilnya Tomy Ermanto P ST . 


Aremania

Sebagian kawula muda Kota Malang tersekat dalam banyak sekali geng. Misalnya, Argom (Armada Gombal), Prem (Persatuan Residivis Malang), Saga (Sumbersari Anak Ganas), Van Halen (Vederasi Anak Nakal Halangan Enteng), Arpanja (Arek Panjaitan), Arnak (Armada Nakal ), Anker (Anak Keras), GAS (Gabungan Anak Setan), Aregrek (Arek Gang Gereja Kayutangan), Ermera, Arpol. Kegiatan geng-geng ini cenderung pada hal-hal negatif. Misalnya kubam (mabuk-mabukan), ngisruh (membuat kerusuhan), nggelek (narkoba), tawuran, kriminalitas. Sebagian geng juga dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu. Hingga kini, masih dikenang nama-nama tokoh geng legendaris ibarat Fauzi alias Gozi, Si Nyawa Rangkap Tamin, Hanafi, Joni Mangi, Mariso, Birowo. Sebagian dari mereka hilang ketika ekspresi dominan penembakan misterius (petrus) pada tahun 1980-an. Setelah lahir Arema, kawula muda itu mulai berimpun dalam suporter malang dan meninggalkan kehidupan geng.

Pada pertengahan tahun 1990-an geng-geng Malang mulai luntur. Sementara itu istilah Aremania muncul sebagai nama para suporter Arema. Sebetulnya dua fenomena tersebut merupakan perubahan total dalam budaya perjaka Malang yang dikatalisasikan olehbeberapa tokoh. Di artikel `Aremania Mengukir Sejarah Baru’ diterbitkan di Bestari, no. 156, 2001 Gus Nul mantan pelatih Arema menceritakan bahwa walaupun kurang terang dari mana istilah Aremania itu muncul, nama itu mempersatukan suporter Arema. Secara psichologis persamaan dasar antara Arema dan Aremania membuat suporter merasa bersatu. Kata Aremania mampu dibagi Arema dan Mania. Aremania itu muncul secara spontan dari suporter Malang yang mulai bosan dengan perkelahian geng-geng tersebut. Ada beberapa alasan untuk perubahan itu. Pertama-tama geng-geng mulai luntur alasannya yaitu soal generasi. Anggota geng walaupun masih muda selama tamat 1980-an, di pertengahan 1990-an lebih dewasa. Karena sudah lumayan renta mulai bosan dengan kegiatan geng. 


The Jakmania

The Jakmania yaitu kelompok pendukung / supporter kesebelasan sepakbola Persija Jakarta yang berdiri semenjak Ligina IV, tepatnya19 Desember1997. Ide terbentuknya The Jakmania muncul dariDiza Rasyid Ali, manager Persija ketika itu. Ide ini mendapat perlindungan penuh dariGubernur DKI JakartaSutiyoso. Sebagai pembina Persija, Sutiyoso memang sangatmenyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurussebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal pada ketika itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.[butuh rujukan]Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnyamembuat lambang sebuah tangan denganjari berbentukhurufJ. Ide ini berasal dariEdi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.

Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id