Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Nama - Nama Supporter Di Indonesia. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Nama - Nama Supporter Di Indonesia. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Oktober 2017

Sejarah Suporter Sepakbola di Indonesia

Bobotoh

Bobotoh yaitu sebutan untuk pendukungklub sepak bola Persib Bandung. Nama ini berasal dari bahasa Sunda yang berarti `orang-orang yang mendorong atau membangun semangat bagi orang lain`. Bobotoh atau pendukung Persib sudah ada semenjak jaman Perserikatan, sebelum pendukung klub lain berada Bobotoh sudah eksis di Majalah Olah Raga, media massa khusus olahraga yang diterbitkan Otto Iskandar Dinata pada 1937, sudah memberitakan eksistensi Bobotoh yang hadir mendukung Persib ketika bermain di daerah Tegalega dan Ciroyom. Nama Bobotoh mulai terkenal pada tamat 1989/1990 ketika itu banyak tokoh/artis yang menyebut "Ngabobotohan Persib ka Senayan" lalu istilah tersebut populer, kemudian nama Bobotoh dikenal sebagai identitas pendukung Persib dan di populerkan oleh media-media Lokal maupun Nasional. Salah satu verbal Bobotoh yang tidak pernah berubah yaitu kekecewaan mereka terhadap wasitsaat final Persib melawan PSMS pada Perserikatan 1985. Bobotoh merasa pemain Persib dicurangi oleh wasit Djaffar Umar, kekecewaan tersebut kemudian bermetamorfosis verbal atau frasa"Wasit Goblog", yang dilontarkan Bobotoh ketika Persib di curangi oleh wasit.

Pada final tersebut Bobotoh juga menciptakan rekor jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah sepak bola indonesia ketika memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Menurut dokumen majalah Tempo, kala itu sebanyak 150 ribu penonton hadir di SUGBK dan dominan diantaranya yaitu pendukung Persib, bahkan pertandingan tersebut tercatat di AFC sebagai pertandingan amatir terbesar. Seiring berkembangnya jaman pada Liga Indonesia ketika ini, Bobotoh kemudian banyak mengorganisasikan diri ke dalam sebuah kelompok pendukung Persib diantaranya Viking Persib Club, The Bomber (Bobotoh Maung Bandung Bersatu), The Bombs, Flowers City Casuals, Bobotoh Singapore dan Bobotoh Oriental. Dari beberapa kelompok tersebut yang paling terkenal dan terbesar anggotanya yaitu Viking Persib Club dan The Bomber. Secara tradisional Bobotoh yaitu pendukung yang mewariskan tradisi turun temurun khususnya bagi orang Bandung sendiri, bahkan salah satu tokoh Bobotoh yaitu Ayi Beutik (alm) menunjukkan kedua nama anaknya dengan yaitu berjulukan Jayalah Persibku dan Usab Berning (sebutan persib periode 80-an), tidak hanya itu sebenarnya, dahulu Bobotoh jikalau Persib bermain di Stadion Silliwangi atau ketika final yang di gelar di Stadion Senayan Jakarta, Bobotoh rela menjual barang, meninggalkan pekerjaannya atau mencari tumpangan kendaraan demi mendukung Persib.


Bonek

Istilah Bonek, kependekan bahasa Jawa dar iBondho Neka t(modal nekat), biasanya ditujukan kepada sekelompok pendukung atau suporter kesebelasanPersebaya 1927. Meskipun Yayasan Suporter Surabaya (YSS). Nama Bonek pertama kali dimunculkan oleh Harian PagiJawa Postahun1989 untuk menggambarkan fenomena suporterPersebaya 1927 yang berbondong-bondong ke Jakarta dalam jumlah besar. Secara tradisional, Bonek yaitu suporter pertama di Indonesia yang menggambarkan fenomenaaway supporters (pendukung sepak bola yang mengiringi tim pujannya bertanding ke kota lain) ibarat di Eropa, ketika dulu memang belum ada suporter yang away dengan sangat terorganisir ibarat Bonek. Dalam perkembangannya, ternyataaway supportersjuga diiringi agresi perkelahian dengan suporter tim lawan. Tidak ada yang tahu asal-usul, Bonek menjadiradikaldananarkis. Jika mengacutahun 1988, ketika 25 ribu Bonek berangkat dari Surabaya ke Jakarta untuk menonton finalPersebaya 1927-Persija, tidak ada kerusuhan apapun. Bonek juga memiliki relasi yang sangat baik dengan Viking Persib Club supporter klub Persib Bandung. 


Perilaku bonek bekerjsama warisan bebuyutan yang berlangsung cukup lama. Perilaku ini bermigrasi dari masyarakat yang hidup di pinggiran sungai Brantas yang membentang dari Kediri hingga Surabaya.
Bentangan wilayah inilah yang kemudian dikenal sebagai ekologi budaya Arek. Cakupan wilayahnya membentang dari pesisir utara di Surabaya hingga ke daerah pedalaman selatan, daerah Malang. Wilayah ini tergolong paling pesat perkembangan ekonominya, 49 persen kegiatan ekonomi Jatim ada di sini. Tak heran bila arus migrasi dari wilayah lain banyak masuk ke tempat ini.
Bentangan ini kemudian oleh budayawan Ayu Sutarto disebut salah satu sub kultur yang ada di Jawa Timur, yaitu subkultur Arek. Arek sebagai salah satu kekayaan kultur Jawa Timur memiliki karakteristik yang keras khas pesisiran.
Karakter keras tersebut pun lebih pada sikap pantang menyerah, ngeyel, dan keteguhan mempertahankan pendapat serta prinsip sebagai wujud penghargaan tertinggi mereka terhadap harga diri.


Pusamania

Pusamania adalah nama julukan untuk para pendukung kesebelasanPersisam Putra Samarindayang bermarkas di Kota Samarinda,Kalimantan Timur,Indonesia. Warna pujian Pusamania adalahjingga. terbentuknya Pusamania dan SSB PUSAM mendapat perlindungan penuh dari para petinggi Sepak Bola Kaltim, diantaranya H Harbiansyah H (Ketua Umum Putra Samarinda), (Alm) Lamtana (Sekum Pengda PSSi Kaltim), Bp. H.A.Waris Husain(Wali kota Samarindawaktu itu). Bagi mereka berdirinya Pusamania dan SSB PUSAM yaitu sesuatu hal yang gres di Samarinda dan diperlukan menunjukkan terobosan gres bagi peningkatan prestasi persepak bolaan di Samarinda. DiStadion Segiritiap sore selalu ramai masyarakat yang menonton tim Putra Samarinda (PUSAM) latihan, dalam kumpulan itu ada satu komunitas yang paling fanatic dalam mendukung team PUSAM, diantaranya yaitu Tommy Ermanto, Gusti Faisal, H Andang, Adi Karya SE, Misnadi alias Budi, H Iskandar, (Alm) Ramli, SH (Dosen Untag), Syaiful Anwar. inilah nama-nama pentolan dari berdirinya Pusamania.Ide lahirnyaPusamania disampaikan pada masyarakat terutama komunitas fanatik Samarinda dan responnya sangat luar biasa alasannya yaitu hal inilah yag selama ini mereka tunggu untuk membuktikan jati diri sebagai supporter Samarinda, tanpa di komando lagi semuafootball lover Samarinda bergabung lebur dalam badan Pusamania.Sebagai organisasi yang gres berdiri perlu seorang pemimpin yang berpengalaman untuk menakhodai Pusamania, Saat itu didaulat Adi Karya SE sebagai ketua dan wakilnya Tomy Ermanto P ST . 


Aremania

Sebagian kawula muda Kota Malang tersekat dalam banyak sekali geng. Misalnya, Argom (Armada Gombal), Prem (Persatuan Residivis Malang), Saga (Sumbersari Anak Ganas), Van Halen (Vederasi Anak Nakal Halangan Enteng), Arpanja (Arek Panjaitan), Arnak (Armada Nakal ), Anker (Anak Keras), GAS (Gabungan Anak Setan), Aregrek (Arek Gang Gereja Kayutangan), Ermera, Arpol. Kegiatan geng-geng ini cenderung pada hal-hal negatif. Misalnya kubam (mabuk-mabukan), ngisruh (membuat kerusuhan), nggelek (narkoba), tawuran, kriminalitas. Sebagian geng juga dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu. Hingga kini, masih dikenang nama-nama tokoh geng legendaris ibarat Fauzi alias Gozi, Si Nyawa Rangkap Tamin, Hanafi, Joni Mangi, Mariso, Birowo. Sebagian dari mereka hilang ketika ekspresi dominan penembakan misterius (petrus) pada tahun 1980-an. Setelah lahir Arema, kawula muda itu mulai berimpun dalam suporter malang dan meninggalkan kehidupan geng.

Pada pertengahan tahun 1990-an geng-geng Malang mulai luntur. Sementara itu istilah Aremania muncul sebagai nama para suporter Arema. Sebetulnya dua fenomena tersebut merupakan perubahan total dalam budaya perjaka Malang yang dikatalisasikan olehbeberapa tokoh. Di artikel `Aremania Mengukir Sejarah Baru’ diterbitkan di Bestari, no. 156, 2001 Gus Nul mantan pelatih Arema menceritakan bahwa walaupun kurang terang dari mana istilah Aremania itu muncul, nama itu mempersatukan suporter Arema. Secara psichologis persamaan dasar antara Arema dan Aremania membuat suporter merasa bersatu. Kata Aremania mampu dibagi Arema dan Mania. Aremania itu muncul secara spontan dari suporter Malang yang mulai bosan dengan perkelahian geng-geng tersebut. Ada beberapa alasan untuk perubahan itu. Pertama-tama geng-geng mulai luntur alasannya yaitu soal generasi. Anggota geng walaupun masih muda selama tamat 1980-an, di pertengahan 1990-an lebih dewasa. Karena sudah lumayan renta mulai bosan dengan kegiatan geng. 


The Jakmania

The Jakmania yaitu kelompok pendukung / supporter kesebelasan sepakbola Persija Jakarta yang berdiri semenjak Ligina IV, tepatnya19 Desember1997. Ide terbentuknya The Jakmania muncul dariDiza Rasyid Ali, manager Persija ketika itu. Ide ini mendapat perlindungan penuh dariGubernur DKI JakartaSutiyoso. Sebagai pembina Persija, Sutiyoso memang sangatmenyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurussebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal pada ketika itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.[butuh rujukan]Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnyamembuat lambang sebuah tangan denganjari berbentukhurufJ. Ide ini berasal dariEdi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.

Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id

Daftar Suporter Wanita di Indonesia

1. Lady Vikers (Viking Girls) yakni adalah salah satu kelompok suporter wanita pendukung fanatik Persib. Lady Vikers yang dibentuk semenjak 1993 itu kini dikelola oleh generasi kedua pada awal tahun 2000. Bahkan pengesahan Lady Vikers/Viking Girls dilakukan oleh sekjen PSSI, Tri Goestoro. Pada program yang di gelar oleh Asosiasi Supporter Seluruh Indonesia (ASSI). Ketua ASSI sendiri kala itu masih dijabat oleh Sigit Nugroho.

2. Srikandi Pasoepati ini terbentuk berbarengan dengan lahirnya Pasoepati yang merupakan supporter Persis Solo yang didominasi kaum adam pada tahun 2000. Hingga dikala ini, Srikandi Pasoepati dan Pasoepati telah memiliki anggota yang terdaftar lebih dari 200-an orang dan tersebar tidak hanya di kota Solo namun juga tersebar di aneka macam kota di Indonesia.

3. Slemanona yakni organisasi yang menjadi bab dari kelompok suporter Slemania. Slemanona dideklarasikan diStadion Mandala Krida, Yogyakarta pada15 Maret2002, dengan sloganFemale Football Lovers.

4. Aremanita yakni pendukung wanita Arema Cronos. Komunitas yang bangkit pada pertengahan Juli 2009 itu, tak hanya selalu ada menemani para pemain Arema di pinggir lapangan hijau. Tetapi menurut sumber yang didapat, banyak aktivitas positif Aremanita selain mendukung Arema. Yakni aktivitas yangmeliputi latihan tari, arisan bulanan, danmasih banyak lagi.

5. Bonita yakni nama supporter perempuan rupawan Persebaya Surabaya. Nama Bonita sendiri berasal dari singkata Bonek Wanita. Persebaya surabaya yang selalu di identikan dengan para pendukungnya yang memiliki tampang sangar dan selalu di segani. Ternyata di balik itu persebaya memiliki para suporter wanita yang sangat mempesona tidak kalah dengan para suporter wanita yang lain.

6. Persija Jakarta tak ketinggalan memiliki deretan suporter perempuan rupawan yang disebut The Jak Angels. Awalnya, nama The Jak Angels dilontarkan Ketua Umum The Jakmania kala itu yang dipimpin, T Ferry Indrasjarif yang menginginkan nama bagi suporter perempuan Jak Mania, yang dikala itu cukup lumayan banyak.

Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id

Sejarah Viking Persib Club (VPC)


Viking Persib Club sudah ada sebelum organisasi dan kelompok suporter klub lain di indonesia mulai menjamur pada selesai 1990-an, kelompok suporter Persib dengan jumlah anggota resmi terbesar ini sudah mendeklarasikandiri pada 17 Juli 1993.

Pada dikala itu timbul gagasan dari Ayi Beutik untuk mempersatukan para Bobotoh Persib yang selalu setia menonton di tribun Selatan ke dalam sebuah organisasi yang solid. Lantas ia mengundang beberapa tokoh Bobotoh dari aneka macam tempat, yaitu Heru Joko, Dodi PesaÔ Rokhdian, Hendra Bule, dan Aris Primat dengan dihadiri oleh beberapa Pioner Viking Persib Club lainnya, yang hingga kini masih tetap aktif dalam kepengurusan Viking Persib Club. Mereka berembuk untuk menyatukan diri dalam sebuah wadah organisasi dan terbentuklah sebuah kelompok Viking Persib Club (VPC) atau biasa disebut Viking.

Pilihan Viking diambil dari nama sebuah suku bangsa yang mendiami daerah Skandinavia di Eropa Utara. Suku bangsa tersebut dikenal dengan sifat yang keras, berani, gigih, solid, patriotis, berjiwa penakluk, pantang menyerah, serta senang menjelajah. Karakter dan semangat itulah yang mendasari pengadopsianÔ nama Viking kedalam nama sebuah kelompok yang telah dibentuk. Slogan "Persib Sang Penakluk" begitu lebih banyak didominasi terlihat pada salah satu atribut yang dipakai anggotanya. Viking dimasa ini masihlah sangat tradisional dan belum memperlihatkan sebagai sebuah organisasi yang utuh secara profesional.

Pada awalnya, jumlah anggota Viking hanya sekitar 50 orang mereka yakni sekumpulan fans fanatik Persib yang bisa dibilang beraliran keras. Jika ada wasit yang mereka rasakan bertindak tidak adil, mereka pribadi berteriak dan turun ke lapangan. Mereka tidak gentar meskipun dihalangi oleh pegawapemerintah keamanan sekalipun. Oleh alasannya itu tidak heran bila mereka sering bentrok dengan polisi atau tentara, bahkan hingga terlibat perkelahian. Ketika itu salah satu persyaratan untuk menjadi anggota VPC yakni harus berkelahi. Misalnya para calon anggota Viking sedang bertandang ke Jakarta untuk menonton pertandingan sepak bola. Maka sesampainya di stadion Lebak Bulus, calon anggota gres tersebut harus mencari alasan untuk berkelahi dengan suporter lawan. Bahkan kalau bisa hingga lawannya pingsan. Banyak anak muda yang tertarik, terutama dari fatwa garis keras, sehingga anggotanya terus berkembang pesat.

Berbeda dengan dikala dulu kini persyaratannya sudah berubah, dan tidak radikal menyerupai dulu karena banyak juga kaum wanita dan anak kecil yang masuk jadi anggota. Jika ingin menjadi anggota VPC, syaratnya harus pernah nonton dulu ke sangkar lawan.

Pada Periode tahun 1999-2004 Viking mengalami penambahan anggota yang cukup signifikan, bahkan karena seakan banyaknya anggota maka para pimpinan Viking pun merasa bahwa tribun Selatan sudah tak bisa lagi menampung jumlah anggota yang rutin menyaksikan pertandingan Persib secara pribadi di Siliwangi, balasannya tribun timur pun menjadi pilihan dan terhitung semenjak Liga Indonesia VI seakan penambahan anggota tersebut , Viking mulai Ô¨berpindah ke tribun Timur dan memperlihatkan keberadaan serta santunan dari tribun TimurÔ yang lebihnyaman dan kapasatitas tempat duduk lebih besar.

Periode ini pulalah, tepatnya medio 2002-2003, Viking mengalami sebuah momentum penting dikala Yudi Baduy sang sekretaris umum mulai sibuk dengan rutinitas dan pekerjaannya sehingga Viking membutuhkan darah segar untuk tetap menjaga dinamika roda organisasi, dan masuklah Budhi Bram, keterlibatannyabersama Viking dimulai dikala yang bersangkutan menggarap album Kompilasi yang pertama. Seiring waktu, balasannya Budhi Bram resmi menjabat sebagai sekretaris umum Viking yang baru.Pada masa inipulalah Viking yang tetap di pimpin oleh dwitunggal Herru Joko sang ketua umum dan Sang Panglima, Ayi Beutik mulai tumbuh sebagai organisasi yang sesungguhnya, seluruh potensi organisasi pun terus dioptimalkan untuk mendatangkan manfaat bagi Persib dan Viking sendiri. Viking dengan jumlah anggotanya yang mencapai ribuan orang mulaidilirik oleh aneka macam perusahaan dan menjalin beberapa kerjasama dalam event-event besar. Tercatat berbagaiperusahaan, mulai dari rokok, selular hingga clothing pernahmenjalin kerjasama dengan Viking Persib Club.lama kelamaan agresi Viking takhanya sekedar bersorak di stadion, namun aktivitasnya mulai menyentuh aneka macam aspek kehidupan, menyerupai bakti sosial, sunatan masal, kompetisi-kompetisi kreatif dll. Dimasa ini pulalah Viking mulai menjalin simpul-simpul signifikan dengan pihak-pihak yang strategis, menyerupai walikota Bandung dll.

Pada Periode 2005-2009 Dimasa ini Viking semakinmapan dan dewasa, bahkan sisi komersil pun mulai teroptimalkan secaraelegan. Lihat saja kelahiran Viking Persib fanshop yang bergerak dibisnis properti supporter, ataupun album digital dan bisnis RBT serta website resmi yang digarap oleh Viking, semakin memperlihatkan ke-profesionalan organisasi ini. Jangan lupakan pula kehadiran Persib magz yang fenomenal dan sempat mewarnai dunia media soporter ditanah air dan berganti nama menjadi majalah.

Tokoh Panglima Ayi Beutik

Bobotoh begitu terikat secara emosional, dan mereka mengikatkan diri kepada Persib dan juga kepada sesama pendukung Persib. Kata Panglima disini yakni sosok bapak/ibuÔ dalam keluarga, pengasuh bagi anak-anaknya, terutama anak kecil, sosok yang memimpin serta melindungi para anggota apabila terjadi sesuatu dilapangan.

Pria yang berjulukan asli Ayi Suparman ini merupakan salah seorang pendiri dan pimpinan tertinggi Viking Persib Club (VPC),  Ayi Beutik terkenal fanatik dan rela melaksanakan tindakan anarkis demi membela tim kesayangannya.

Ada orang yang bertanya mengapa nama Ayi Suparman diubah menjadi Ayi Beutik. Ternyata jawabannya sangat sederhana. Konon ketika ia masih kecil, ada bapak-bapak yang bertubuh tinggi besar. Ketika ia beranjak remaja tubuhnya menyerupai bapak-bapak tersebut sehingga dipanggil Beutik. Sejak dikala itulah orang lebih mengenalnya sebagai Ayi Beutik.

Dalam setiap pertandingan Persib, Ayi Beutik selalu berada di garda terdepan dalam memimpin para bobotoh untuk mendukung tim kesayangannya. Sosoknya pemberani dan sangat disegani baik oleh lawan maupun kawan. Kecintaannya terhadap persib tidak perlu diragukan lagi. Dia rela ditahan demi membela kelakuan anggotanya yang terkadang kelewat batas sehingga melaksanakan tindakan kriminal yang merugikan orang lain. Oleh alasannya itu ia mendapat julukan sebagai Panglima Viking oleh Bobotoh Persib.

Bapak para Bobotoh ini yang selama hidupnya belum pernah sekalipun membeli tiket untuk menonton setiap pertandingan sepakbola. Dia selalu punya caranya sendiri untuk bisa menonton, misalnya dengan cara memanjat tembok. Apapun dilakukannya demi sepak bola. Dalam mendukung timnya, ia selalu berpenampilan nyentrik termasuk model rambutnya menjiplak gaya Indian Mohawk. Ciri khas lainnya yakni teriakan-teriaknnya yang membuat suasana stadion menjadi semakin hidup.

Pria kelahiran 1968 yang memiliki hobi menonton sepak bola, musikdan memanjat tebing ini merupakan lulusan Jurusan Geodesi, Institut Teknologi Bandung (ITB). Sesuai denganbackgroundkeilmuannya, ia bekerja di sebuah perusahaan Konsultan Asing pada bab pemetaan. Oleh alasannya itu tidak heran bila ia sangat mengenal aneka macam daerah di Indonesia.

Ayi Beutik menikah dengan Nia Dasmawati, seorang guru SD yang sangat dicintainya pada usia 37 tahun. Pernikahan mereka membuahkan dua orang anak yang diberi nama Jayalah Persibku dan Usab Perning. Nama yang unik tersebut diberikan pada kedua anaknya sebagai bukti kecintaannya terhadap Persib.

Begitupun jabatan Ketua Umum yang disandang Heru Joko, yakni sebagai figure kharismatik yang memiliki fungsi politis keluar organisasi atau kelompok lain. Lain halnya dengan Yoedi Baduy yang menjabat sebagai Sekretaris Umum, ia mengelola dan mengkoordinir segala bentuk kegiatan secara administratif. Bisa dikatakan ketiganya yakni pemimpin atau leader Viking Persib Club, yang tentu saja ditopang oleh pentolan-pentolan Viking Persib Club yang lainnya, menyerupai Yana Ewok, AsepÔ•Cok, Yana Bool (Mr. Y), Dadan Gareng, Boseng, Odoy, Pesa dan Hendra Bule.

Bsnis yang Dikelola Viking Persib Club (VPC)

Sejak Ayi Beutik menjadi Panglima Viking dan Heru Djoko menjabat sebagai Ketua Umum Viking, keberadaan VPC semakin solid. Keduanya kompak dalam membangun suporter Persib yang berpengaruh dan disegani. Mereka berdua memiliki banyak andil dan jasanya dalam membesarkan Viking. Mereka bisa saling mengisi satu sama lainnya. Disamping nama kedua dedengkot Viking tersebut, ada juga nama lain yang turut berjasa, menyerupai Dodi “Pesa” Rokhdian, Hendra Bule dan Aris Primat.Heru Djoko merupakan Ketua Viking yang cerdas dan cukup jeli dalam melihat peluang bisnis. Dia mengajarkan kepada para bobotoh bagaimana cara berbisnis untuk Viking. Tidak sedikit pula para pengusaha yang tertarik menjalin kerjasama yang saling menguntungkan. Namun Heru dan Ayi tidak serta merta pribadi menyetujuinya. Mereka berdua benar-benar selektif dalam menjaring pengusaha yang akan menjadi mitra bisnisnya.Salah satu cara yang dilakukan Heru dan pengurus lainnya dalam mencari peluang bisnis yang sempurna yakni dengan melaksanakan riset kecil-kecilan. Mereka menyebar angket kepada para bobotoh yang isinya berupa pertanyaan seputar kebutuhan para anggotanya. Hasilnya berupa sekumpulan daftar kebutuhan bobotoh menyerupai kaos anggota, kemeja, syal, topi, pin dan sebagainya. Hal ini tentu membuka peluang usaha yang terperinci dengan market yang terperinci pula. Adanya kegiatan ini bisnisini bisa mengakibatkan masuknya income buat pribadi bobotoh yang ikut menjalankan bisnis ini maupun buat organisasi VPC itu sendiri.

Secara umum terdapat tiga jenis usaha yang dikala ini dikembangkan oleh VPC, yaitu :

1. Viking Original Fanshop

Konsepnya persis menyerupai cloting pada umumnya, namun perbedaanya terdapat pada antribut-atributnya yang sangat kental berbau Persib. Barang yang dijual menyerupai marchandise ataupun souvenir Viking dan Persib yang resmi dekelola oleh VPC.Usaha dibidang ini terletak di Jalan Banda, tidak jauh dari Stadion Siliwangi Bandung dan Wisma Darma Bakti, tempat menginap para emain Persib. Produk yangdijual tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan para anggota Viking, namun juga terbuka untuk umum.

2. Viking Recorder

Kota Bandung sudah dikenal luas memiliki banyak budayawan, seniman dan musisiternama. VPC merasa tertantang untuk menciptakan kreativitas gres yaitu pembuatan CD Viking kompilasi persib. Dalam CD ini terdapat lagu-lagu yang sengaja dibuat oleh para musisi kota Bandung sebagai wujud kecintaannya terhadap Persib.Pada 2002 dan 2004, VPC telah melahirkan album kompilasi yang berisi lagu-lagu bertema Persib. Lagu-lagu tersebut dimainkan oleh penyanyi dan Band ternama asalKota Bandung, menyerupai Pas Band, Mocca, Serius, Kang Ibing, dan Doel Sumbang. Kontribusi mereka sangat berarti bagi kemajuan VPC dan Persib Maung Bandung.Berdasarkan data penjualan, ternyata album Viking Kompilasi 1 sudah terjual sekitar 30.000 kopi. Bahkan konon kabarnya masih dirilis ulang dengan kemasan baru, sesuai undangan pasar. Sedangkan album Viking Kompilasi 2, angka penjualannyamencapai 20.000 kopi. Berikutnya direncanakan Viking akan membuat album ketiga yang lebih baik dari album-album sebelumnya.

3. Suporter Tour Company

Usaha ini masuk dalam sektor jasa, yaitu melayani bagi siapa saja yang bermaksud menyaksikan laga Persib diluar kota dengan nyaman dan aman. VPC menyediakan pelayanan pembelian tiket, sarana fasilitas dan transportasi yang diberi nama Viking Suporter Tour Company. Jenis usaha ini hampir sama dengan bisnis Tour dan Travel yang dikelola oleh sarjana lulusan perguruan perhotelan.Anggota Viking yang ikut dalam rombongan Suporter Tour Company, selain menonton laga Persib, juga diajak jalan-jalan mengunjungi tempat-tempat wisata yang terdapat di daerah tersebut.


Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id

Sejarah The Bomber (Bobotoh Maung Bandung Bersatu)

The Bomber atau Bobotoh Maung Bandung Bersatu mulai dirintis semenjak 1997 tak kurang dari dua lusin perkumpulan Bobotoh telah menyatakan sikap untuk berhubungan dan balasannya mendeklarasikan Bomber di Hotel Santika Bandung pada tanggal 3 agustus 2001.

Dalam berdemokrasi Bomber membebaskan perkumpulan yang berada dalam pondasi Bomber untuk tetap memakai atribut kebesaran mereka masing-masing namun jikalau sudah berada dilapangan merekapun sepakat hanya akan mengibarkan bendera Bomber. Dalam perjalananya Bomber sudah mengalami empat kali pergantian ketua umum yaitu Asep S Abdul, Arip Maulana Yusuf, Arief Maulana DJ, dan pada tahun 2007 kembali diketuai oleh Asep S Abdul sampai sekarang. Pada tahun 2006 Bomber sempat meleburkan diri bersama Viking Persib Club dan menjadi distrik Viking terbesar dengan nama Viking The Bomberman namun hanya jelang satu tahun pada tahun 2007 Bomber kembali mencoba berdikari dan menjadi organisasi yang independent dengan nama The Bomber. The Bomber mempunyai tujuan untuk mendukung Persib Bandung dalam semua lingkup kegiatannya, mendukung Timnas Indonesia dalam kancah persepakbolaan Nasional dan Internasional, Bomber juga berkomitmen untuk membangun supporter sepakbola yang kritis, kreatif, aktraktif, tertib, santun, cerdas dan bertanggung jawab demi Persib. Dalam kepengurusan tingkat tertinggi ialah Mabes Pusat yang membawahi kepengurusan Mabes Kota/Kab. untuk tingkat Kota/Kab, Rayon untuk tingkat Kecamatan, dan Ranting untuk tingkat kelurahan yang berlaku diseluruh kawasan di Indonesia dan diawasi eksklusif oleh Dewan pembina, Dewan penasehat, dan Dewan pelindung Bomber.

Biodata
Nama : The Bomber (Bobotoh Maung Bandung Bersatu) atau Bomber.
Berdiri : 3 Agustus 2001
Ketua Umum : Asep S Abdul (masa bhakti 2010-2015)
Jumlah Anggota : 27.000 orang
Motto : "Menjadi Bobotoh Sntun dan Cerdas"
Lambang : Tengkorak Mung Bertopi Tanduk Kerucut
Tribun : Selatan

Legalitas Bomber
1. AKTA NOTARIS / PPTA : Akta pendirian Bomber : No.02 Tgl 07 Oktober 2010
2. SURAT KETERANGAN TERDAFTAR : Badan kesatuan bangsa, dukungan dan pemberdayaan masyarakat Kota Bandung : No : 142 / BKPPM / 20103. Berdasarkan UUD No. 40 Tahun 1999.

Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id