Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Sejarah Berdirinya PSSI. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Sejarah Berdirinya PSSI. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Oktober 2017

Sejarah Lady Vikers (Viking Girls) Pelopor Suporter Wanita di Indonesia

Lady Vikers ialah adalah salah satu kelompok suporter wanita pendukung fanatik Persib. Dilihat dari namanya, terperinci berkaitan dengan Viking. Ladies Vikers yang dibentuk semenjak 1993 itu kini dikelola oleh generasi kedua semenjak tahun 2001. Bahkan pengukuhan Lady Vikers/Viking Girls dilakukan oleh sekjen PSSI, Tri Goestoro. Pada program yang di gelar oleh Asosiasi Supporter Seluruh Indonesia (ASSI). Ketua ASSI sendiri kala itu masih di jabat oleh Sigit Nugroho.

Awalnya keberadaan kaum hawa dalam mendukung Persib Bandung masih bersifat individual, setelah jumlahnya lumayan banyak di bentuklah Lady Vikers, namun ketika itu keberadaannya belum terorganisir dengan baik, manajemen keangotaan belum ada. Namun keberadaan Lady Vikers  telah mendapat legalisasi dari para anggota Viking lainnya. Bahkan Lady Vikers telah mencetak sejarah sebagai suporter wanita pertama atau penggagas suporter wanita di indonesia.

Selain datang ke stadion, mereka juga kerap kumpul bermain sepak bola di lapangan futsal. Anggota termuda berusia 5 tahun dan tertua kini berumur 50-an tahun yang disebut gerombolan Bobotoh Kolot (tua). Saat berada di stadion Bobotoh kaum hawa ini dijaga para bobotoh lelaki biar tidak diganggu dan lainnya.

Lady Vikers merupakan bab tak terpisahkan dari Viking atau Viking Persib Club. Sejarah berdirinya Lady Vikers lumayan panjang. Jauh sebelumnya sebagian kaum hawa ternyata ada yang telah terlibat eksklusif dalam hiruk pikuknya pendukung Persib.

Para mojang ini memperlihatkan pinjaman untuk Persib bukan hanya di sangkar atau di Stadion Silliwangi. Mereka bisa mengambarkan cintanya dengan mendukung Persib sampai keluar kandang. Bahkan mereka pun terlibat eksklusif dengan gesekan-gesekan fisik yang biasa terjadi dalam perseturuan dengan suporter lain.

Sebagian kaum hawa tersebut menjadi cikal bakal berdirinya Lady Vikers. Renni Hermansyah, ketua I Lady Vikers mengatakan bahwa dulu sebelum berkeluarga ia sering kali terlibat eksklusif dalam kerasnya atmosfir suporter. Kejadian yang tidak akan pernah dilupakannya pada  tahun 2001, ketika itu pendukung Persib gres memenangi program Kuis Siapa Berani antar suporter di stasiun televise swasta Indosiar. Usai penyerahan hadiah terjadi baku hantam antara Viking dan Jakmania. Kedua pendukung salinglempar dingklik dan botol. Selapas dari pengawalan polisi di Tol, Jakmania masuk ke tol dan menghadang tiga kendaraan beroda empat pembawa Viking. Satu kendaraan beroda empat tak dapat lolos dan menjadi bulan-bulanan Jakmania. Akibatnya 13 orang terluka, termasuk Sembilan orang luka berat. Hadian kuis Rp 3 juta ikut amblas diambil Jakmania

Bobotoh kaum hawa ini tidak hanya Lady Vikers saja sebetulnya masih ada organisasi gres Bobotoh kaum hawa menyerupai Blue Flowers, Bobotoh Unyu Unyu, Maung Geulis dan lainnya.

Berikut salah satu Lady Vikers menceritakan pengalamannya ketika menonton di luar kandang  https://www.youtube.com/watch?v=BoabLIRTRWY

Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id

Sejarah Suporter Sepakbola di Indonesia

Bobotoh

Bobotoh yaitu sebutan untuk pendukungklub sepak bola Persib Bandung. Nama ini berasal dari bahasa Sunda yang berarti `orang-orang yang mendorong atau membangun semangat bagi orang lain`. Bobotoh atau pendukung Persib sudah ada semenjak jaman Perserikatan, sebelum pendukung klub lain berada Bobotoh sudah eksis di Majalah Olah Raga, media massa khusus olahraga yang diterbitkan Otto Iskandar Dinata pada 1937, sudah memberitakan eksistensi Bobotoh yang hadir mendukung Persib ketika bermain di daerah Tegalega dan Ciroyom. Nama Bobotoh mulai terkenal pada tamat 1989/1990 ketika itu banyak tokoh/artis yang menyebut "Ngabobotohan Persib ka Senayan" lalu istilah tersebut populer, kemudian nama Bobotoh dikenal sebagai identitas pendukung Persib dan di populerkan oleh media-media Lokal maupun Nasional. Salah satu verbal Bobotoh yang tidak pernah berubah yaitu kekecewaan mereka terhadap wasitsaat final Persib melawan PSMS pada Perserikatan 1985. Bobotoh merasa pemain Persib dicurangi oleh wasit Djaffar Umar, kekecewaan tersebut kemudian bermetamorfosis verbal atau frasa"Wasit Goblog", yang dilontarkan Bobotoh ketika Persib di curangi oleh wasit.

Pada final tersebut Bobotoh juga menciptakan rekor jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah sepak bola indonesia ketika memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Menurut dokumen majalah Tempo, kala itu sebanyak 150 ribu penonton hadir di SUGBK dan dominan diantaranya yaitu pendukung Persib, bahkan pertandingan tersebut tercatat di AFC sebagai pertandingan amatir terbesar. Seiring berkembangnya jaman pada Liga Indonesia ketika ini, Bobotoh kemudian banyak mengorganisasikan diri ke dalam sebuah kelompok pendukung Persib diantaranya Viking Persib Club, The Bomber (Bobotoh Maung Bandung Bersatu), The Bombs, Flowers City Casuals, Bobotoh Singapore dan Bobotoh Oriental. Dari beberapa kelompok tersebut yang paling terkenal dan terbesar anggotanya yaitu Viking Persib Club dan The Bomber. Secara tradisional Bobotoh yaitu pendukung yang mewariskan tradisi turun temurun khususnya bagi orang Bandung sendiri, bahkan salah satu tokoh Bobotoh yaitu Ayi Beutik (alm) menunjukkan kedua nama anaknya dengan yaitu berjulukan Jayalah Persibku dan Usab Berning (sebutan persib periode 80-an), tidak hanya itu sebenarnya, dahulu Bobotoh jikalau Persib bermain di Stadion Silliwangi atau ketika final yang di gelar di Stadion Senayan Jakarta, Bobotoh rela menjual barang, meninggalkan pekerjaannya atau mencari tumpangan kendaraan demi mendukung Persib.


Bonek

Istilah Bonek, kependekan bahasa Jawa dar iBondho Neka t(modal nekat), biasanya ditujukan kepada sekelompok pendukung atau suporter kesebelasanPersebaya 1927. Meskipun Yayasan Suporter Surabaya (YSS). Nama Bonek pertama kali dimunculkan oleh Harian PagiJawa Postahun1989 untuk menggambarkan fenomena suporterPersebaya 1927 yang berbondong-bondong ke Jakarta dalam jumlah besar. Secara tradisional, Bonek yaitu suporter pertama di Indonesia yang menggambarkan fenomenaaway supporters (pendukung sepak bola yang mengiringi tim pujannya bertanding ke kota lain) ibarat di Eropa, ketika dulu memang belum ada suporter yang away dengan sangat terorganisir ibarat Bonek. Dalam perkembangannya, ternyataaway supportersjuga diiringi agresi perkelahian dengan suporter tim lawan. Tidak ada yang tahu asal-usul, Bonek menjadiradikaldananarkis. Jika mengacutahun 1988, ketika 25 ribu Bonek berangkat dari Surabaya ke Jakarta untuk menonton finalPersebaya 1927-Persija, tidak ada kerusuhan apapun. Bonek juga memiliki relasi yang sangat baik dengan Viking Persib Club supporter klub Persib Bandung. 


Perilaku bonek bekerjsama warisan bebuyutan yang berlangsung cukup lama. Perilaku ini bermigrasi dari masyarakat yang hidup di pinggiran sungai Brantas yang membentang dari Kediri hingga Surabaya.
Bentangan wilayah inilah yang kemudian dikenal sebagai ekologi budaya Arek. Cakupan wilayahnya membentang dari pesisir utara di Surabaya hingga ke daerah pedalaman selatan, daerah Malang. Wilayah ini tergolong paling pesat perkembangan ekonominya, 49 persen kegiatan ekonomi Jatim ada di sini. Tak heran bila arus migrasi dari wilayah lain banyak masuk ke tempat ini.
Bentangan ini kemudian oleh budayawan Ayu Sutarto disebut salah satu sub kultur yang ada di Jawa Timur, yaitu subkultur Arek. Arek sebagai salah satu kekayaan kultur Jawa Timur memiliki karakteristik yang keras khas pesisiran.
Karakter keras tersebut pun lebih pada sikap pantang menyerah, ngeyel, dan keteguhan mempertahankan pendapat serta prinsip sebagai wujud penghargaan tertinggi mereka terhadap harga diri.


Pusamania

Pusamania adalah nama julukan untuk para pendukung kesebelasanPersisam Putra Samarindayang bermarkas di Kota Samarinda,Kalimantan Timur,Indonesia. Warna pujian Pusamania adalahjingga. terbentuknya Pusamania dan SSB PUSAM mendapat perlindungan penuh dari para petinggi Sepak Bola Kaltim, diantaranya H Harbiansyah H (Ketua Umum Putra Samarinda), (Alm) Lamtana (Sekum Pengda PSSi Kaltim), Bp. H.A.Waris Husain(Wali kota Samarindawaktu itu). Bagi mereka berdirinya Pusamania dan SSB PUSAM yaitu sesuatu hal yang gres di Samarinda dan diperlukan menunjukkan terobosan gres bagi peningkatan prestasi persepak bolaan di Samarinda. DiStadion Segiritiap sore selalu ramai masyarakat yang menonton tim Putra Samarinda (PUSAM) latihan, dalam kumpulan itu ada satu komunitas yang paling fanatic dalam mendukung team PUSAM, diantaranya yaitu Tommy Ermanto, Gusti Faisal, H Andang, Adi Karya SE, Misnadi alias Budi, H Iskandar, (Alm) Ramli, SH (Dosen Untag), Syaiful Anwar. inilah nama-nama pentolan dari berdirinya Pusamania.Ide lahirnyaPusamania disampaikan pada masyarakat terutama komunitas fanatik Samarinda dan responnya sangat luar biasa alasannya yaitu hal inilah yag selama ini mereka tunggu untuk membuktikan jati diri sebagai supporter Samarinda, tanpa di komando lagi semuafootball lover Samarinda bergabung lebur dalam badan Pusamania.Sebagai organisasi yang gres berdiri perlu seorang pemimpin yang berpengalaman untuk menakhodai Pusamania, Saat itu didaulat Adi Karya SE sebagai ketua dan wakilnya Tomy Ermanto P ST . 


Aremania

Sebagian kawula muda Kota Malang tersekat dalam banyak sekali geng. Misalnya, Argom (Armada Gombal), Prem (Persatuan Residivis Malang), Saga (Sumbersari Anak Ganas), Van Halen (Vederasi Anak Nakal Halangan Enteng), Arpanja (Arek Panjaitan), Arnak (Armada Nakal ), Anker (Anak Keras), GAS (Gabungan Anak Setan), Aregrek (Arek Gang Gereja Kayutangan), Ermera, Arpol. Kegiatan geng-geng ini cenderung pada hal-hal negatif. Misalnya kubam (mabuk-mabukan), ngisruh (membuat kerusuhan), nggelek (narkoba), tawuran, kriminalitas. Sebagian geng juga dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu. Hingga kini, masih dikenang nama-nama tokoh geng legendaris ibarat Fauzi alias Gozi, Si Nyawa Rangkap Tamin, Hanafi, Joni Mangi, Mariso, Birowo. Sebagian dari mereka hilang ketika ekspresi dominan penembakan misterius (petrus) pada tahun 1980-an. Setelah lahir Arema, kawula muda itu mulai berimpun dalam suporter malang dan meninggalkan kehidupan geng.

Pada pertengahan tahun 1990-an geng-geng Malang mulai luntur. Sementara itu istilah Aremania muncul sebagai nama para suporter Arema. Sebetulnya dua fenomena tersebut merupakan perubahan total dalam budaya perjaka Malang yang dikatalisasikan olehbeberapa tokoh. Di artikel `Aremania Mengukir Sejarah Baru’ diterbitkan di Bestari, no. 156, 2001 Gus Nul mantan pelatih Arema menceritakan bahwa walaupun kurang terang dari mana istilah Aremania itu muncul, nama itu mempersatukan suporter Arema. Secara psichologis persamaan dasar antara Arema dan Aremania membuat suporter merasa bersatu. Kata Aremania mampu dibagi Arema dan Mania. Aremania itu muncul secara spontan dari suporter Malang yang mulai bosan dengan perkelahian geng-geng tersebut. Ada beberapa alasan untuk perubahan itu. Pertama-tama geng-geng mulai luntur alasannya yaitu soal generasi. Anggota geng walaupun masih muda selama tamat 1980-an, di pertengahan 1990-an lebih dewasa. Karena sudah lumayan renta mulai bosan dengan kegiatan geng. 


The Jakmania

The Jakmania yaitu kelompok pendukung / supporter kesebelasan sepakbola Persija Jakarta yang berdiri semenjak Ligina IV, tepatnya19 Desember1997. Ide terbentuknya The Jakmania muncul dariDiza Rasyid Ali, manager Persija ketika itu. Ide ini mendapat perlindungan penuh dariGubernur DKI JakartaSutiyoso. Sebagai pembina Persija, Sutiyoso memang sangatmenyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurussebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal pada ketika itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.[butuh rujukan]Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnyamembuat lambang sebuah tangan denganjari berbentukhurufJ. Ide ini berasal dariEdi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.

Sumber http://tribunbobotoh.blogspot.co.id